Fungsi Hati Adalah Organ Penting yang Bantu Sirkulasi Tubuh, Pahami Cara Merawatnya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Fungsi hati adalah sebagai organ penting dalam menjaga kesehatan tubuh maupun dapat mengatur sirkulasi tubuh. Hati adalah organ dari salah satu tubuh manusia yaitu kelenjar yang ukurannya besar, hati juga dikenal dengan sebutan liver.

Hati atau liver terletak di bagian kanan atas rongga perut, tepatnya di bawah diafragma dan sisi kanan lambung. Organ terbesar dalam sistem pencernaan ini berwarna merah kecokelatan dan memiliki berat sekitar 1,5 kilogram. Dalam keadaan normal, Anda tidak bisa merasakan organ ini karena terlindungi oleh tulang rusuk.

Fungsi hati adalah salah satu organ bagi tubuh yang sangat penting, mulai dari menghancurkan racun dalam darah hingga membantu proses pencernaan. Bila organ hati tidak berfungsi dengan baik, berbagai kondisi serius dapat muncul. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga fungsi hati. Dalam menjaga kesehatan tubuh, hati tidak bekerja sendiri melainkan bekerja sama dengan organ maupun sistem tubuh lain, seperti kelenjar getah bening, kantong empedu, dan sistem saraf.

Berikut ini fungsi hati dan cara merawatnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (10/10/2021).

Fungsi Hati bagi Tubuh

Fungsi Hati (Sumber: iStockphoto)
Fungsi Hati (Sumber: iStockphoto)

Sebagai salah satu organ penting dalam tubuh manusia, hati memiliki beragam fungsi. Berikut adalah beberapa fungsi hati:

1. Menyimpan Kadar Gula Darah

Fungsi hati yang pertama adalah menyimpan kadar gula darah. Glikogen atau biasa disebut sebagai kadar gula darah ini adalah sumber energi yang dapat membuat kita bergerak lebih aktif lagi dalam beraktifitas. Sementara apabila kita kekurangan kadar gula darah ini maka tubuh akan selalu mengalami kelelahan dan juga lemas. Fungsi hati ini juga sebagai penyimpan kadar gula darah apabila kadar gula ini kelebihan di dalam hati yang sewaktu-waktu akan dikeluarkan kembali.

2. Sekresi Birubilin

Selanjutnya, fungsi hati adalah sebagai sekresi birubilin. Birubilin sendiri di sini berfungsi sebagai pemberi warna pada feses dan juga urine. Hal inilah yang dapat menentukan kesehatan dari hati kita. Sebelum digunakan untuk memberi warna, birubilin itu sendiri harus dapat memecah senyawa sel darah merah yang dapat membahayakan dan harus segera di keluarkan baik itu melalui feses atau pun melalui urine.

3. Detoksifikasi

Selanjutnya, fungsi hati adalah sebagai penawar dari racun, makanan dan juga minuman yang setiap hari kita konsumsi memiliki potensi adanya racun yang nantinya akan membahayakan tubuh kita. Fungsi hati sebagai penawar racun untuk setiap yang kita konsumsi yang diserap oleh tubuh bukan berarti hati dapat menghilangkan racun yang ada di dalam tubuh, hanya saja hati difungsikan untuk meminimalisir racun yang masuk pada tubuh kita. Untuk menghilangkan racun itu sendiri kita harus pintar untuk menjaga asupan makanan.

4. Menyimpan Vitamin dan Mineral

Selanjutnya, fungsi hati adalah untuk menyimpan vitamin dan mineral apabila berlebih dan jika kekurangan maka hati akan melepaskan apa yang dibutuhkan di dalam tubuh. Untuk vitamin yang disimpan di dalam hati yaitu vitamin yang larut akan lemak A, D, E,K dan juga B12.

5. Pembentukan Sel Darah Merah

Berikutnya, fungsi hati adalah untuk memproduksi sel darah merah. Sel darah merah ini dalam hitungan bulan akan hancur sehingga dibutuhkan hati untuk membentuk sel darah merah yang baru.

6. Sistem Antibodi

Selain menahan racun, fungsi hati adalah sebagai pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit yang mungkin akan menyerang tubuh. Untuk itu dibutuhkan mekanisme pertahanan yang biasa disebut dengan sel kupffer atau system makrofag. Mekanisme ini digunakan untuk melawan bakteri atau virus yang dapat bersarang di dalam tubuh manusia secara efektif. Selain sebagai antibodi, fungsi hati juga sebagai sistem imun yang sangat efektif untuk manusia.

7. Menyimpan Glikogen

Berikutnya, fungsi hati adalah untuk menyimpan glikogen atau sering disebut dengan gula otot. Gula otot bisa ada karena hasil dari perubahan yang terjadi antara glukosa sendiri. Glukosa yang disebabkan karena hormon insulin, jadi hati juga digunakan untuk mengontrol kadar gula darah.

Fungsi Hati bagi Tubuh

Ilustrasi Hati. (sumber: pixabay)
Ilustrasi Hati. (sumber: pixabay)

8. Menghindari Penggumpalan Darah

Berikutnya, fungsi hati adalah untuk menghindari adanya penggumpalan darah yaitu dengan dilakukannya proses atau cara untuk mengeluarkan protrombin dan juga fibrinogen.

9. Menghasilkan Cairan Empedu

Berikutnya, fungsi hati adalah untuk membantu empedu dalam menghasilkan cairan empedu. Cairan empedu ini dihasilkan dari sel darah merah pada tubuh manusia dan yang sudah diolah di dalam hati manusia. Cairan empedu pada tubuh manusia juga memiliki fungsi tersendiri yaitu untuk megemulsikan lemak yang berada di makanan.

10. Memproduksi zat yang dibutuhkan tubuh

Berikutnya, fungsi hati adalah memproduksi zat yang dibutuhkan tubuh. Organ hati memproduksi beragam zat yang penting bagi tubuh. Misalnya, kolesterol dan protein khusus yang dapat membawa lemak ke seluruh tubuh. Organ ini juga memproduksi protein, seperti albumin yang dapat menjaga keseimbangan cairan dalam sistem sirkulasi tubuh. Protein yang berperan sebagai faktor pembekuan darah dan sistem kekebalan tubuh juga dihasilkan oleh hati. Selain itu, hati memproduksi hormon pertumbuhan pada anak-anak dan cairan empedu yang berperan penting dalam proses pencernaan makanan.

11. Mengontrol Sirkulasi Tubuh

Fungsi hati dalam tubuh manusia lainnya yaitu untuk mengontrol sirkulasi tubuh manusia.

12. Membuat Protein Flasma

Fungsi hati manusia selanjutnya yaitu membuat protein flasma yang sangat dibutuhkan oleh tubuh semua manusia.

13. Menyempurnakan Eritrosit

Fungsi hati lainnya yaitu untuk menyempurnakan sel darah merah yang sering disebut dengan eritrosit. Untuk menyempurnakan eritrosit maka juga dengan bantuan dari beberapa zat uang bisa membantu yaitu zat hermatin.

14. Mengurai Gas Amonia

Berikutnya, fungsi hati adalah sebagai mengurai gas amonia. Proses metabolisme protein akan menghasilkan amonia sebagai produk sisa. Amonia adalah zat yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, amonia ini akan disaring oleh hati dan diubah ke dalam bentuk urea. Urea ini adalah bentuk yang tidak lagi berbahaya bagi manusia. Kemudian, urea akan dibuang melalui urine.

Cara Merawat Hati

Ilustrasi Makanan Sehat Credit: pexels.com/Ella
Ilustrasi Makanan Sehat Credit: pexels.com/Ella

Supaya hati dapat berfungsi dengan baik, Anda harus tetap menjaga dan merawatnya. Berikut ini cara merawat hati agar tetap sehat, yaitu :

1. Menjaga Pola Makan dan Kesehatan

Cara merawat hati agar tetap sehat adalah dengan menjaga pola makan dan kesehatan tubuh. Perbanyaklah makanan yang bergizi, buah-buahan, maupun sayur-sayuran. Kurangi makanan yang banyak mengandung racun seperti makanan yang berminyak atau makanan penyedap lainnya.

Untuk menjaga kesehatan hati maka kurangilah mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menghambat atau bahkan mempengaruhi fungsi hati. Alkohol pun dapat membuat tubuh mengalami keracunan apabila dikonsumsi terlalu banyak. Untuk mengetahui bahwa hati kita berfungsi dengan baik tanpa adanya ciri-ciri penyakit maka diketahui lewat urine. Jika urine semakin berwarna kuning maka itu merupakan indikasi adanya pola kehidupan kita yang salah yang dapat menyebabkan fungsi hati kita terganggu .

2. Melakukan Pemeriksaan Hati

Cara merawat hati yang selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan hati. Untuk mengetahui kondisi hati atau liver kita selain dengan urine, dapat pula dengan melakukan pemeriksaan hati untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Untuk dapat mengetahui jenis penyakit yang ada di dalam tubuh, maka dibutuhkan sample darah kita untuk pemeriksaan. Berikut senyawa yang dapat tes sehingga memudahkan kita untuk mengetahui bagaimana cara merawat hati selanjutnya, yaitu:

a. Alanin transaminase (ALT)

ALT memiliki nama lain serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT). Senyawa berbentuk enzim ini berperan dalam proses pengolahan protein. Kadar ALT akan tinggi ketika liver mengalami cedera atau peradangan, seperti pada penyakit hepatitis.

b. Aspartat aminotransferase (AST)

AST atau dikenal juga dengan serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) merupakan enzim yang ada di dalam hati. Bila kadarnya tinggi, biasanya menggambarkan adanya masalah pada organ hati.

c. Alkaline phosphatase (ALP)

Ini adalah enzim yang terbentuk di dalam hati dan tulang. Pada penderita penyakit tulang atau beberapa jenis penyakit hati dan saluran empedu, kadar senyawa alkalin fosfatase dalam darah akan tinggi.

d. Gamma-glutamyl transferase (GGT)

Merupakan enzim yang diproduksi oleh hati, tetapi juga dapat ditemukan pada organ lain seperti ginjal, pankreas, jantung dan otak. Pemeriksaan GTT bersamaan dengan komponen uji fungsi hati lain dilakukan untuk menilai apakah terdapat gangguan pada saluran empedu atau hati.

e. Albumin

Merupakan protein utama yang di produksi oleh hati dan kemudian masuk ke dalam sirkulasi darah. Kekurangan albumin ini dapat disebabkan dari kekurangan gizi untuk itu perbanyak makanan yang bergizi untuk dapat menunjang senyawa albumin.

f. Birubilin

Senyawa yang dibentuk melalui hemoglobin, senyawa ini yang memberikan warna pada urine dan juga feses begitu pula dengan cairan empedu yang berwarna kehijauan. Kelebihan birubilin ini akan menyebabkan penyakit kuning (jaudine) yang disebabkan karena terlalu banyaknya mengkonsumsi alkohol dalam jangka yang panjang. Untuk perawatan maka kurangilah mengkonsumsi alkohol sehingga tidak akan terkena penyakit kuning yang ditimbulkan akibat kelebihan birubilin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel