Fungsi Hati sebagai Alat Ekskresi adalah Menetralisir Racun, Berikut Penjelasannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Fungsi hati sebagai alat ekskresi adalah merombak sel-sel darah merah hingga dalam tubuh manusia. Sebagai salah satu organ terbesar yang ada di dalam tubuh manusia, hati juga memiliki berbagai manfaat kesehatan lainnya bagi tubuh.

Hati berada di dalam rongga perut manusia di sebelah kanan dan berada di bawah diafragma. Jika dilihat dari luar, tampak perbedaan dari lobus kanan yang lebih besar dan lobus kiri yang lebih kecil. Kedua lobus ini dipisahkan oleh pita jaringan ikat yang melekatkan hati pada rongga perut.

Fungsi hati sebagai alat ekskresi sangat penting untuk tubuh. Fungsi hati memiliki kedudukan yang sangat vital. Tanpa hati makhluk hidup khususnya manusia tidak akan dapat untuk hidup maupun bertahan hidup karena hati ini juga dapat mengatur sirkulasi tubuh.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (28/1/2021) tentang fungsi hati sebagai alat ekskresi adalah.

Fungsi Hati sebagai Alat Ekskresi adalah

(sumber: pixabay)
(sumber: pixabay)

Proses pembuangan zat-zat sisa dalam tubuh dikenal sebagai sistem ekskresi yang melibatkan organ-organ tubuh seperti ginjal, paru-paru, hati, dan kulit. Pembuangan sampah dari dalam tubuh ditunjukkan pada berbagai proses, seperti pengeluaran keringat, urin, gas CO2 dan H2O, serta pengeluaran urea dan cairan empedu.

Proses tersebut berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa dalam tubuh agar tidak meracuni organ lainnya, dan menyebabkan kematian. Fungsi hati sebagai alat ekskresi adalah menjadi penawar racun dalam tubuh, menghasilkan cairan empedu, membantu ginjal memproduksi urine, membetuk sel darah merah, dan lain-lain.

Fungsi Hati sebagai Alat Ekskresi adalah

Menghasilkan Cairan Empedu

Fungsi hati sebagai alat ekskresi adalah membantu empedu dalam menghasilkan cairan empedu. Cairan empedu ini dihasilkan dari sel darah merah pada tubuh manusia dan sudah diolah di dalam hati. Cairan empedu pada tubuh manusia juga memiliki fungsi tersendiri yaitu untuk menggemulsikan lemak yang berada di makanan.

Penawar Racun Dalam Tubuh

Fungsi hati sebagai alat ekskresi adalah salah satunya sebagai penawar dari racun dalam tubuh seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Makanan dan minuman yang setiap hari kamu konsumsi memiliki potensi adanya racun yang nantinya akan membahayakan kesehatan tubuh.

Fungsi hati sebagai alat ekskresi adalah menawar racun dari makanan dan minuman yang kamu makan tersebut. Dalam hal ini, hati tidak menghilangkan racun di dalam tubuh secara menyeluruh, namun dapat meminimalisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, walaupunFungsi Hati sebagai Alat Ekskresi adalah fungsi hati adalah menawar racun salah satunya, kamu tetap harus menjaga asupan makanan.

Fungsi Hati sebagai Alat Ekskresi adalah

Ilustrasi liver | Freepik
Ilustrasi liver | Freepik

Membantu Ginjal Memproduksi Urin

Berikutnya, fungsi hati sebagai alat ekskresi adalah salah satunya untuk membantu ginjal memproduksi urin. Hal ini karena sel-sel hati mengubah asam amino dalam makanan sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan energi, atau membentuk karbohidrat atau lemak. Proses ini menghasilkan ammonia.

Selanjutnya sel-sel hati mengubah ammonia menjadi zat yang jauh tidak berbahaya yang disebut urea, yang dilepaskan ke dalam darah. Urea kemudian diangkut ke ginjal dan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin. Fungsi hati adalah suatu hal yang sangat penting bagi tubuh manusia.

Pembentukan Sel Darah Merah

Fungsi hati sebagai alat ekskresi adalah untuk memproduksi sel darah merah. Sel darah merah ini dalam hitungan bulan akan hancur sehingga dibutuhkan hati untuk membentuk sel darah merah yang baru. Selain itu, hati juga memiliki fungsi untuk embersihkan darah dari senyawa berbahaya, seperti racun, obat-obatan, dan alkohol.

Fungsi Hati Lainnya

Menghasilkan Energi

Fungsi hati manusia adalah memainkan peran utama dalam semua proses pencernaan dan penyerapan zat gizi dalam tubuh. Jadi selain membuang racun dan membantu peran ginjal, salah satu fungsi hati adalah untuk menghasilkan energi dengan memecah lemak.

Jika tubuh kekurangan kadar gula, maka lemak akan diambil untuk dijadikan energi. Jadi hati memiliki peran utama dalam mempersiapkan lemak untuk menjadi bahan energi pengganti gula.

Dalam proses pencernaan lemak, sel-sel hati memecah lemak dan menghasilkan energi. Sel-sel ini juga melepaskan sekitar 800 sampai 1.000 mililiter empedu per harinya.

Cairan berwarna kuning, kecoklatan atau hijau zaitun ini dikumpulkan dalam kapiler-kapiler kecil dan kemudian diteruskan ke saluran empedu utama, yang mengangkut empedu ke bagian usus kecil yang disebut duodenum. Empedu sangatlah diperlukan untuk pemecahan dan penyerapan lemak.

Sistem Antibodi

Selain menahan racun, fungsi hati adalah sebagai pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit yang mungkin akan menyerang tubuh. Untuk itu dibutuhkan mekanisme pertahanan yang biasa disebut dengan sel kupffer atau system makrofag.

Mekanisme ini digunakan untuk melawan bakteri atau virus yang dapat bersarang di dalam tubuh manusia secara efektif. Selain sebagai antibodi, fungsi hati juga sebagai sistem imun yang sangat efektif untuk manusia.