Fungsi Kiprok Motor, Gejala Kerusakan, Penyebab dan Cara Perawatannya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Saat ini di pasar otomotif roda dua Tanah Air, sangat beragam jenis yang ditawarkan. Mulai dari motor bebek, matic, hingga motor sport. Meski termasuk keluaran terbaru, bukan berarti tidak diperlukan pengecekan secara berkala kondisi motor tersebut.

Salah satu bagian yang sangat penting untuk diperhatikan pada sepeda motor yaitu sistem kelistrikan. Tanpa sistem kelistrikan yang baik, maka motor tidak bisa beroperasi dengan normal. Terutama jika motor tersebut merupakan jenis motor injeksi yang menggunakan beragam perangkat elektronik di dalamnya.

Dari beragam suku cadang dalam sistem kelistrikan tersebut, ada salah satu jenis suku cadang yang cukup penting, yaitu kiprok. Fungsi kiprok motor atau yang biasa disebut regulator rectifier sangatlah vital di sistem kelistrikan roda dua. Apabila fungsi kiprok motor tersebut tidak berjalan dengan normal, maka motor tidak dapat dikendarai.

Berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai fungsi kiprok motor, gejala kerusakan, penyebab, hingga cara merawatnya agar tetap dalam kondisi normal, Rabu (11/11/2020).

Gejala Kerusakan Kiprok

Ilustrasi anak motor. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi anak motor. (Sumber: Pixabay)

Apabila fungsi kiprok motor terganggu atau mungkin rusak, maka performa motor bisa langsung menurun. Itulah mengapa, kiprok harus segera diperbaiki atau diganti baru. Tapi, agar tidak merepetkan jika sewaktu-waktu kiprok mati di tengah jalan, ada beberapa gejala kiprok rusak yang perlu dipahami. Berikut ini dilansir dari Otosia.

1. Lampu sering mati

Gejala dari fungsi kiprok motor bermasalah bisa berupa lampu sering mati walau sudah diganti. Biasanya gejala ini makin kambuh ketika motor dibawa dalam kecepatan tinggi. Sebab, kiprok tidak bisa membatasi tegangan masuk ke bagian lampu. Padahal kondisi tegangan berlebih bisa menyebabkan lampu motor putus.

2. Aki Tekor

Ketika kiprok rusak, kemampuannya dalam menstabilkan arus dan menyimpan tegangan aki menjadi berkurang. Hal tersebut berujung pada aki tekor.

3. Lampu jadi redup

Selain lampu yang sering putus dan mati, fungsi kiprok motor yang bermasalah bisa menyebabkan lampu menjadi redup. Ketika fungsi kiprok motor terganggu, maka tegangan yang disalurkan akan berkurang. Alhasil lampu sepeda motor meredup.

4. Mesin brebet

Ternyata mesin yang brebet tidak hanya disebabkan busi atau piston rusak, namun bisa juga dikarenakan kiprok yang bermasalah. Salah satunya disebabkan oleh tegangan yang disalurkan sudah tidak stabil.

5. Mesin tidak nyala

Apabila seluruh gejala-gejala tadi sudah terasa dan kiprok tak kunjung diperbaiki atau diganti, maka motor berpotensi tidak mau menyala. Jika sudah begitu, mau tidak mau motor harus segera dibawa ke bengkel.

Penyebab Kiprok Rusak

Ilustrasi anak motor. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi anak motor. (Sumber: Pixabay)

Apabila fungsi kiprok motor terganggu, maka bisa memengaruhi kinerja komponen lain. Hal tersebut akan menyebabkan performa motor menurun dan sudah pasti tidak membuat nyaman ketika dikendarai.

Lalu apa saja penyebab kiprok motor rusak? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Pertama, karena panas. Fungsi kiprok motor bisa rusak apabila kondisi part tersebut sering dalam kondisi panas. Memang, sebenarnya hal ini tergantung peletakan kiprok. Panas pada kiprok akan meningkat jika posisinya dekat dengan radiator atau bagian di sepeda motor yang tidak banyak mendapat aliran angin.

Kedua, karena aki motor. Agar kiprok dapat bekerja normal, maka kiprok butuh tegangan aki dengan arus koneksi yang baik. Apabila arus kelistrikan dari aki buruk atau sudah rusak, maka menyebabkan kiprok harus bekerja ekstra dan membuat kiprok panas. Jika dibiarkan, maka lama kelamaan fungsi kiprok motor bisa menurun bahkan rusak.

Cara Perawatan Kiprok Motor

Ilustrasi (cycleworld.com)
Ilustrasi (cycleworld.com)

Usahakan melakukan perawatan sebelum timbul kerusakan. Hal ini penting dilakukan agar motor beroperasi dengan normal tanpa masalah fatal.

Untuk merawat kiprok, cukup dengan cek sistem kelistrikan secara rutin. Sistem kelistrikan maksudnya semua komponen secara menyeluruh, termasuk kiprok. Tujuan pengecekan sistem kelistrikan agar bisa dengan segera menyelesaikan masalah jika ditemukan. Termasuk apabila terjadi komplikasi dalam kiprok dengan komponen kelistrikan lain.

Apabila hanya ingin memastikan bagaimana kondisi kiprok, maka bisa dengan diagnosis sendiri dengan mengecek tegangan komponen. Tegangan yang sehat yaitu 13,5 V. Kemudian, periksa juga bagian kabel ground yang menempel di body motor.