Fungsi Koklea pada Telinga adalah Meneruskan Getaran Suara, Kenali Bagian Lainnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Fungsi koklea pada telinga sangatlah penting. Salah satu bagian telinga yang memiliki bentuk seperti cangkang siput ini terdapat pada telinga bagian dalam, bersama kanal semisirkular. Dalam mengenali fungsi koklea tentunya perlu pemahaman tentang bagian-bagian telinga terlebih dahulu.

Telinga terdiri dari tiga bagian, yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian dalam. Ketiga bagian telinga ini terbagi lagi menjadi beberapa bagian yang memiliki fungsi masing masing untuk tubuh.

Fungsi koklea pada telinga sangat penting untuk pendengaran dan keseimbangan. Hal ini berhubungan dengan rangsangan yang nantinya akan disampaikan ke otak. Untuk itu, kamu juga perlu mengenali manfaat telinga secara umum.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (3/2/2021) tentang fungsi koklea pada telinga.

Bagian-Bagian Telinga

Kecoa (pixabay.com)
Kecoa (pixabay.com)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kamu perlu memahami tentang bagian-bagian telinga sebelum mengenali fungsi koklea pada telinga. Berikut bagian-bagian telinga:

Telinga Luar

Telinga luar, tersusun atas dua bagian, yaitu daun telinga dan saluran telinga. Daun telinga berfungsi untuk meneruskan dan mengarahkan gelombang suara dari luar telinga, agar masuk ke saluran telinga luar.

Sementara itu, saluran telinga merupakan bagian yang menghubungkan antara telinga luar dengan telinga tengah. Saluran ini memiliki panjang sekitar 2,5 cm, dan posisinya terletak mulai dari lubang telinga luar dan berakhir di gendang telinga.

Telinga Tengah

Bagian telinga tengah terdiri dari tiga bagian utama, yaitu gendang telinga, tuba eustasia, dan tiga tulang kecil. Gendang telinga berfungsi untuk menerima getaran suara dari luar yang tersalur melalui rongga telinga.

Sementara itu, tuba eustachius merupakan saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut, yang berfungsi untuk menyamakan tekanan udara antara telinga bagian dalam dengan tekanan udara luar. Tiga tulang di bagian telinga tengah ini adalah tulang martil, tulang landasan, dan tulang sanggurdi, yang berfungsi mentransfer getaran suara dari gendang telinga ke telinga bagian dalam.

Telinga Dalam

Selanjutnya, barulah masuk ke telinga bagian dalam yang terdapat koklea. Telinga bagian dalam sendiri terdiri dari dua bagian utama, yaitu koklea dan kanal semisirkular. Koklea adalah bagian telinga dalam yang berbentuk seperti cangkang siput. Fungsi koklea pada telinga adalah untuk mengubah getaran suara yang dikirim dari telinga tengah menjadi sinyal saraf yang akan disampaikan ke otak.

Sementara itu, kanal semisirkular adalah bagian telinga yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Kanal ini berisi rambut-rambut halus dan cairan. Pergerakan rambut ini kemudian akan dikirimkan sebagai sinyal informasi kepada saraf vestibular di otak. Setelah menerima informasi tersebut, otak kemudian menginterpretasikan sinyal ini dan mengirimkan informasi ke otot untuk menyesuaikan sehingga tubuh tetap bisa berada di posisi yang seimbang. Jadi, itulah fungsi koklea pada telinga.

Fungsi Telinga Manusia

Bagian-Bagian Telinga
Bagian-Bagian Telinga

Setelah mengenali fungsi koklea pada telinga, tentunya kamu juga perlu mengetahui fungsi telinga pada manusia. Berikut penjelasannya:

Pendengaran

Fungsi telinga untuk pendengaran tentunya sudah umum diketahui oleh setiap orang. Hal ini tentunya tidak terlepas juga dari fungsi koklea pada telinga. Berikut proses pendengaran pada telinga yang mungkin perlu kamu kenali:

Telinga luar, juga disebut daun telinga atau pinna, adalah lingkaran tulang rawan dan kulit yang melekat pada bagian luar kepala. Ia bekerja seperti sebuah megafon. Nebraska menyalurkan suara melalui telinga luar dan disalurkan ke saluran pendengaran eksternal. Saluran pendengaran adalah bagian dari lubang telinga yang dapat dengan mudah dilihat ketika melihat telinga dari dekat.

Gelombang suara melewati saluran pendengaran dan mencapai membran timpani, lebih dikenal sebagai gendang telinga. Sama seperti drum yang dipukul, lembaran tipis jaringan ikat bergetar ketika gelombang suara menyentuhnya.

Getaran melewati membran timpani dan memasuki telinga tengah, juga disebut rongga timpani. Rongga timpani dilapisi dengan mukosa dan diisi dengan udara dan ossicles pendengaran, yang merupakan tiga tulang kecil yang disebut malleus (palu), incus (landasan), dan stapes (stirrup).

Ketika tulang bergetar, stapes mendorong struktur yang disebut jendela oval masuk dan keluar. Tindakan ini diteruskan ke telinga bagian dalam dan koklea, struktur berbentuk spiral yang berisi cairan yang berisi organ spiral Corti, yang merupakan organ reseptor untuk pendengaran. Sel-sel rambut kecil di organ ini menerjemahkan getaran menjadi impuls listrik yang dibawa ke otak oleh saraf sensorik. Fungsi koklea pada telinga penting untuk berlangsungnya pendengaran.

Fungsi Telinga Manusia

ilustrasi telinga/Photo by Jessica Flavia on Unsplash
ilustrasi telinga/Photo by Jessica Flavia on Unsplash

Fungsi telinga manusia yang mungkin masih belum banyak disadari adalah untuk keseimbangan. Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa telinga berfungsi untuk pendengaran.

Keseimbangan

Fungsi koklea pada telinga dalam menjaga keseimbangan juga sangat penting sebagai bagian dari telinga bagian dalam. Tabung Eustachius, atau tabung pharyngotympanic, di telinga tengah menyamakan tekanan udara di telinga tengah dengan tekanan udara di atmosfer. Proses ini membantu manusia mempertahankan keseimbangannya.

Kompleks vestibular, di telinga bagian dalam, juga penting untuk diseimbangkan karena mengandung reseptor yang mengatur rasa keseimbangan. Telinga bagian dalam terhubung ke saraf vestibulocochlear, yang membawa informasi suara dan keseimbangan ke otak.

Keseimbangan dicapai melalui kombinasi organ sensorik di telinga bagian dalam, input visual, dan informasi yang diterima dari reseptor dalam tubuh, terutama di sekitar sendi. Informasi yang diproses dalam otak kecil dan korteks otak memungkinkan tubuh untuk mengatasi perubahan kecepatan dan arah kepala.

Cara Menjaga Kesehatan Telinga

Cara Menjaga Kesehatan Telinga. foto: The Paper
Cara Menjaga Kesehatan Telinga. foto: The Paper

Ketika pendengaran hilang, tidak mungkin untuk memperbaikinya secara alami. Kebanyakan pasien dengan gangguan pendengaran membutuhkan pembedahan atau alat bantu dengar. Kabar baiknya adalah bahwa ini 100 persen dapat dicegah.

Terapkan aturan 60-60 ketika menggunakan earbud atau headphone. Teknik ini adalah menggunakan tidak lebih dari 60 persen volume penuh dan tidak lebih dari 60 menit dalam satu waktu saat mendengarkan suara melalui headphone.

Orang-orang yang berpartisipasi dalam kegiatan atau hobi yang berisik, seperti acara olahraga, konser musik, olahraga menembak, mengendarai sepeda motor atau memotong rumput, juga harus mengenakan penutup telinga atau headphone peredam bising untuk membantu melindungi telinga.

Pembersihan yang cermat adalah cara lain untuk mencegah gangguan pendengaran dan kerusakan. American Academy of Otolaryngology menyarankan untuk membersihkan telinga luar dengan kain. Kemudian, masukkan beberapa tetes minyak mineral, baby oil, gliserin, atau tetes komersial di telinga untuk melembutkan lilin dan membantu mengeringkannya keluar dari telinga.