Fungsi Manajemen Beserta Penjelasannya yang Perlu Diketahui dan Dipahami

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Manajemen adalah suatu seni atau prinsip yang berkaitan dengan pengorganisasian, seperti menyusun perencanaan, membangun organisasi dan pengorganisasiannya, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan.

Kata 'manajemen' berasal dari bahasa Inggris yakni 'manage' yang memiliki arti mengatur, merencanakan, mengelola, mengusahakan, dan memimpin.

Secara etimologis, manajemen merupakan seni untuk melaksanakan dan mengatur. Hal tersebut yang mendasari manajemen sebagai seni mengelola dan mengatur agar tersusun secara rapi.

Keberhasilan dan kesuksesan sebuah perusahaan tentu harus diimbangi dengan peraturan dan fungsi manajemen yang baik.

Fungsi manajemen merupakan elemen-elemen dasar yang selalu melekat dalam proses manajemen perusahaan dan dijadikan acuan manajer dalam melaksanakan fungsi perusahaan. Apa saja fungsi manajemen?

Berikut ini rangkuman tentang fungsi menajemen beserta penjelasannya, seperti dilansir dari laman Sarjanaekonomi dan Ristiyantihp25.wordpress, Kamis (18/2/2021).

1. Perencanaan (Planning)

Ilustrasi manajemen dalam bekerja. Credit: pexels.com/fauxels
Ilustrasi manajemen dalam bekerja. Credit: pexels.com/fauxels

Perencanaan adalah rangkaian proses pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentu strategi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Dengan perencanaan, dapat dilakukan penilaian alternatif dalam pengambilan keputusan agar mendapatkan pilihan terbaik di antara alternatif lainnya.

Ada beberapa aktivitas dalam fungsi perencanaan:

- Menetapkan arah tujuan serta target bisnis.

- Menyusun strategi dalam pencapaian tujuan dan target tersebut.

- Menentukan sumber daya yang dibutuhkan.

- Menetapkan standar kesuksesan dalam pencapaian suatu tujuan dan target bisnis.

Syarat-syarat perencanaan yang baik:

- Mempunyai tujuan yang jelas, sederhana, tidak terlalu sulit dalam menjalankannya.

- Memuat analisis pada pekerjaan yang akan dilakukan.

- Fleksibel, bisa berubah mengikuti perkembangan yang terjadi.

- Mempunyai keseimbangan, tanggung jawab, dan tujuan yang selaras di tiap bagian.

- Mempunyai kesan sesuatu yang dimliki tersedia dan bisa dipergunakan dengan efektif serta berdaya guna.

Manfaat dari perencanaan:

- Bisa membuat pelaksanan tugas jadi tepat serta aktivitas tiap unit akan terorrganisasi ke arah tujuan yang sama.

- Dapat menghindari kesalahan yang mungkin akan terjadi.

- Memudahkan pengawasan.

- Dipergunakan sebagai pedoman dasar dalam menjalankan aktivitas.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Ilustrasi manajemen. Credit: unsplash.com/CampaignCreators
Ilustrasi manajemen. Credit: unsplash.com/CampaignCreators

Organizing atau pengorganisasian adalah rangkaian aktivitas pembagian tugas yang akan dikerjakan serta proses pengembangan struktur organisasi yang sesuai tujuan perusahaan.

Tujuan pengorganisasian wajib dijalankan dengan baik agar dapat mengatur berbagai SDM atau sumber daya lain. Dengan begitu, sumber daya di dalam perusahaan dapat berfungsi secara optimal dan mampu melaksanakan peran serta fungsi masing-masing dengan baik.

Beberapa aktivitas yang ada dalam organizing:

- Mengalokasikan sumber daya, menyusun, dan menetapkan tugas-tugas serta menetepkan prosedur yang dibutuhkan.

- Menetapkan strukutur perusahaan yang menujukan adanya garis kewenangan serta tanggung jawab.

- Aktivitas perekrutan, menyeleksi orang, pelatihan serta pengembangan tenaga kerja.

- Aktivitas penempatan tenaga kerja dalam posisi yang pas dan paling tepat.

Unsur dalam pengorganisasian perusahaan:

- Seklompok orang yang diarahkan bekerja sama.

- Melakukan aktivitas yang sudah ditetapkan.

- Aktivitas diarahkan guna mecapai tujuan.

Manfaat pengorganisasian:

- Memungkinkan untuk pembagian atas tugas tugas yang sesuai dengan kondisi perusahaan.

- Menciptakan spesialisasi saat menjalankan tugas.

- Personil dalam perusahaan mengetahui tugas apa yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan.

3. Fungsi Staffing

Ilustrasi manajemen dalam perkantoran. Credit: unsplash.com/YouXVentures
Ilustrasi manajemen dalam perkantoran. Credit: unsplash.com/YouXVentures

Staffing merupakan fungsi yang hampir sama dengan organizing, di mana pada intinya fungsi ini bertujuan untuk menempatkan sumber daya perusahaan di tempat yang paling tepat sesuai dengan bidang keahliannya.

Namun, pada fungsi staffing tidak hanya masalah tenaga kerja saja, melainkan seluruh sumber daya dalam perusahaan tersebut, termasuk peralatan, inventaris, maupun sumber daya lainnya.

Fungsi staffing ini sangat penting dilakukan karena terkadang satu atau dua divisi lain di dalam perusahaan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda sehingga fungsi manajemen pengelolaan perusahaan ini sangat perlu dilaksanakan. Fungsi staffing mencakup beberapa hal berikut ini:

  • Perencanaan SDM yang sudah tersedia.

  • Perekrutan tenaga kerja apabila terdapat kekosongan pada divisi tertentu.

  • Proses seleksi calon tenaga kerja yang mendaftar.

  • Pengenalan terkait perusahaan serta melakukan orientasi.

  • Pelaksanaan kerja.

  • Evaluasi kinerja yang telah dilakukan.

  • Memberikan reward atau punishment sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan.

  • Memberikan pengembangan atau jenjang karier.

4. Pengarahan (Directing)

Ilustrasi manajemen. Credit: unsplash.com/YouXVentures
Ilustrasi manajemen. Credit: unsplash.com/YouXVentures

Pengarahan atau directing yaitu suatu tindakan yang berupaya agar semua anggota kelompok dapat berusaha meraih tujuan yang sesuai dengan rencana manajerial serta usaha. Fungsi ini bertujuan mengarahkan atau mengendalikan agar pekerjaan makin efektif dan efisien.

Aktivitas yang dilakukan pada fungsi pengarahan:

- Mengimplementasikan suatu proses kepemimpinan, penbimbingan, dan memberikan motivasi kepada pekerja supaya bisa bekerja dengan efektif serta efisien dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

- Memberi tugas serta penjelasan secara rutin tentang pekerjaan.

- Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan.

5. Pengawasan (Controlling)

Ilustrasi manajemen. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi manajemen. (Sumber: Pixabay)

Tujuan controlling atau pengawasan ialah untuk menilai pekerjaan yang telah dilakukan oleh seluruh SDM yang ada di suatu perusahaan. Fungsi pengawasan sangat penting dilakukan karena fungsi ini untuk menentukan kualitas layanan atau produk yang dihasilkan perusahaan dapat berjalan dengan baik atau tidak.

Aktivitas dalam fungsi pengawasan:

  • Mengevaluasi keberhasilan dalam proses mencapai tujuan dan target mengikuti indikator yang sudah ditetapkan.

  • Menempuh langkah klarifikasi serta koreksi atas terjadinya penyimpangan yang ditemukan.

  • Memberi alternatif solusi atas masalah yang terjadi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

Controlling atau fungsi pengawasan bisa berjalan dengan efektif jika hal-hal ini diperhatikan:

1. Routing (jalur), manajer harus bisa menetapkan cara atau jalur guna bisa mengetahui letak di mana sesuatu sering terjadi suatu kesalahan.

2. Scheduling (penetapan waktu), dalam penetapan waktu, manajer harus bisa menetapkan tugas kapan semestinya pengawasan itu dijalankan. Terkadang, pengawasan yang dijadwal tidak efisien akan menemukan suatu kesalahan dan pengawasan yang dilakukan secara mendadak terkadang malah lebih berguna.

3. Dispatching (perintah pelaksanaan), adalah pengawasan yang berupa suatu perintah pelaksanaan pada pekerjaan yang bertujuan agar suatu pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Dengan adanya perintah, pekerjaan jadi tidak tertunda-tunda.

4. Follow up (tindak lanjut), apabila menemukan kesalahan, seharusnya pemimpin mencari solusi atas permasalahan itu, dengan memberi peringatan pada pekerja yang dengan sengaja atau tidak sengaja berbuat kesalahan, dan memberikan petunjuk supaya kesalahan yang sama tak terulang lagi.

Sumber: Ristiyantihp25.wordpress, Sarjanaekonomi