Fungsi Pertunjukan Musik Tradisional yang Perlu Diketahui

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Pertunjukan musik tradisional merupakan kegiatan menampilkan sebuah karya musik tradisional. Musik tradisional adalah musik yang lahir dan berkembang di suatu daerah tertentu dan diwariskan secara turun temurun.

Kata 'musik' berasal dari bahasa Yunani, yaitu mousike yang diambil dari nama dewa yang terkenal dalam mitologi Yunani Kuno, yakni Mousa. Dewa yang memimpin seni dan ilmu.

Sedangkan kata tradisional berasal dari bahasa Latin, yaitu traditio, yang artinya suatu kebiasaan masyarakat yang dilakukan secara turun temurun.

Di sisi lain, pertunjukan musik tradisional yang ada dan berkembang di masyarakat mempunyai beragam fungsi. Apa saja fungsi pertunjukan musik tradisional?

Berikut ini rangkuman tentang fungsi pertunjukan musik tradisional yang perlu diketahui, seperti dilansir dari gerbangkurikulum.sma.kemdikbud.go.id, Senin (6/12/2021).

Sarana Upacara Budaya (Ritual)

Musik tradisional di Indonesia, erat kaitannya dengan upacara adat masyarakatnya, seperti upacara kematian, perkawinan maupun kelahiran. Di beberapa daerah, bunyi yang dihasilkan instrumen atau alat tertentu diyakini memiliki kekuatan magis.

Maka itu, instrumen-instrumen musik tradisional sering dipakai sebagai sarana kegiatan adat masyarakat. Contohnya:

  • Musik angklung oleh masyarakat Jawa Barat sering dipakai dalam upacara Sérén Taun atau upacara panen padi.

  • Musik gong dan gendang di daerah Manggarai (Flores) sering dipakai untuk mengusir setan yang menyembunyikan salah seorang warganya.

  • Musik vokal di Sulawesi Utara yang disebut Kagombe. Musik ini biasa dipakai saat warga terkena penyakit cacar maupun sebagai pelipur lara.

Sarana Hiburan

Musik di berbagai daerah juga menjadi sarana hiburan bagi masyarakatnya. Dalam fungsi ini, musik dijadikan sebagai cara untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas harian.

Selain itu musik, dijadikan sebagai sarana rekreasi dan ajang pertemuan dengan warga lainnya. Umumnya masyarakat sangat antusias menonton berbagai pergelaran, termasuk pergelaran musiknya.

Sarana Ekspresi Diri

Bagi para seniman, baik pencipta lagu maupun para personelnya, musik adalah media untuk mengekspresikan diri. Melalui musik, para seniman tersebut bisa mengaktualisasikan potensi dirinya.

Melalui musik juga, mereka bisa mengungkapkan perasaan, pikiran, gagasan, maupun cita-citanya tentang diri, masyarakat, Tuhan, dan dunianya.

Demikian halnya para seniman daerah. Mereka memiliki kondisi serta harapan diri dalam masyarakatnya, lalu memformulasikannya dalam bentuk lagu dan permainan alat musik.

Dari tangan mereka inilah lahir karya-karya musik yang nantinya bisa dinikmati masyarakatnya.

Sarana Ekonomi

Pada beberapa musisi dan kelompok penyanyi daerah, musik tidak hanya sekadar ekspresi dan aktualisasi diri. Musik juga menjadi sumber penghasilan mereka.

Mereka membawakan lagu-lagu atau sajian musik kreasinya dalam acara-acara pentas di daerah. Contohnya pada saat acara hajatan atau syukuran pernikahan dan khitanan atau acara-acara lainnya ditampilkan pertunjukkan musik tradisional.

Sarana Komunikasi

Dalam masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, terdapat bunyi-bunyian tertentu yang memiliki arti tertentu bagi anggota dalam suatu kelompok.

Umumnya, bunyi-bunyian itu memiliki pola ritme tertentu dan menjadi tanda bagi anggota masyarakat atas suatu peristiwa atau kegiatan.

Sebagai contoh, dalam masyarakat Sunda, bunyi kentongan dengan ritme tiga kali berturut-turut memberi tanda adanya peristiwa kebakaran di wilayah tersebut.

Hal yang sama juga dapat diperdengarkan dari bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh bedug di masjid atau lonceng di gereja.

Sebagai Pengiring Tarian

Di berbagai daerah di Indonesia, bunyi-bunyian atau musik yang diciptakan banyak dipakai untuk mengiringi tari-tarian daerah. Maka itu, kebanyakan tarian daerah di Indonesia hanya bisa diiringi oleh musik daerahnya sendiri.

Contoh tari yang diiring musik tradisional:

  • Tari Saman, hanya bisa diiringi oleh alunan bunyi khas Aceh.

  • Tari Topeng Cirebon, hanya biasa diiringi oleh alunan bunyi khas Cirebon.

  • Tari Jaipongan, hanya bisa diiringi oleh alunan bunyi khas Sunda.

Sebagai Pengiring Teater tradisional

Pertunjukan musik dapat dikolaborasikan dengan cabang seni lainnya seperti teater. Keberadaan musik dalam pertunjukan teater berperan penting sebagai penguat karakter tokoh, suasana, dan isi cerita.

Di Indonesia banyak ragam pertunjukan teater tradisional yang di dalamnya terdapat unsur musik dan menjadi satu kesatuan. Seperti contoh pagelaran Lenong di Betawi pasti di dalamnya terdapat unsur musikal.

Contoh lainnya ialah pagelaran Ludruk di Jawa Timur, pertunjukan wayang golek di Jawa Barat, teater Mamanda dari Kalimantan Selatan, dan pertunjukan teater tradisional lainnya di Indonesia.

Sumber: Kemendikbud

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel