Fury ramalkan menang KO di ronde awal dalam pertarungan ulang lawan Wilder

LOS ANGELES (AP) - Tyson Fury mendekat ke mikrofon dan mengeluarkan prediksi berani kepada Deontay Wilder mengenai pertandingan ulang kelas berat mereka.

"Anda akan terkapar dalam dua ronde," kata petinju juara Inggris itu, Senin.

Wilder merespon dengan mengambil mikrofonnya sendiri dan mengendus dengan keras, mengejek Fury karena masalah masa lalunya dalam penyalahgunaan narkoba.

Ketika dua petinju kelas berat yang belum terkalahkan ini kini berada di pusat kota Los Angeles Senin, tempat mereka terakhir bertarung pada Desember 2018 lalu.

Pertarungan ketat di Staples Center Los Angeles itu berakhir seri, dan disepakati untuk pertandingan ulang pada 22 Februari di Las Vegas.Masing-masing mengklaim bakal menang KO dalam pertarungan yang mungkin bisa menjadi laga kelas berat yang paling ditunggu-tunggu dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun kedua petarung itu mahir membuat hiperbola promosi, tetap saja mengejutkan ketika Fury (rekor 29-0-1, 20 KO) menyatakan bahwa ia dapat mengalahkan Wilder dalam enam menit pertama di MGM Grand Garden Arena.

Prediksi lawan sama sekali tidak mengejutkan bagi Wilder (42-0-1, 41 KO), yang kekuatan meninju yang tiada taranya menjatuhkan Fury dua kali dalam pertarungan pertama mereka. Momen pertarungan yang paling berkesan adalah kebangkitan Fury yang menakjubkan saat jatuh dan tergeletak di kanvas pada ronde ke-12.

"Saya siap untuk lebih dari sebelumnya," kata Wilder. “Saya memberi tahu Fury dua tahun lalu bahwa saya akan membaptisnya, dan saya melakukan hal itu. Bangkit adalah bagian dari baptisan. Saya mengatakan kepadanya bahwa dia akan pergi, Dan dia melakukan hal itu. Kali ini, ini disebut bisnis yang belum selesai. Dia tidak akan bisa bangkit kembali. Kali ini, aku akan menjatuhkannya. "

Selain kepribadian karismatik para petinju dan kegemaran mereka untuk membuat pernyataan publik yang liar, pertarungan ini menarik karena mempertandingkan keterampilan tinju Fury - yang mengesankan bagi setiap petinju, apalagi di kelas berat - melawan petinju ganas Wilder dengan kekuatan pukulan yang kemungkinan tak tertandingi dalam olahraga ini

Fury hampir memenangkan pertarungan pertama dengan gerakan dan aktivitasnya yang mengesankan, tetapi kekuatan Wilder terbukti bisa mengimbangi.

Fury ketika itu bisa dipastikan menang jika saja ia tidak dirobohkan dua kali, namun Fury bersikeras dia harus menang dengan KO untuk meraih gelar di AS..

Dia bahkan mengganti pelatih dan mempekerjakan seorang ahli gizi dengan target bisa menang KO. Ia mengganti pelatih Ben Davison dengan Javan Hill, keponakan dan murid mendiang Emmanuel Steward.

"Saya tidak bisa menang angka disini, dan saya menerimanya," kata Fury, yang menang angka pada pertandingan di Las Vegas empat bulan lalu. “Saya akan menang KO karena menurut saya menang saja tidak cukup. Itu tidak masuk hitungan. Saya harus mengakhiri pertarungan. "

Fury yakin dia telah melukai Wilder beberapa kali dalam pertarungan pertama mereka, tetapi mengatakan dia "tidak punya gas" yang diperlukan untuk KO. Dia percaya bahwa dia dapat menemukan cadangan kekuatan ekstra kali ini, bahkan jika dia harus meninggalkan keterampilan tinju yang diperlihatkan pada pertarungan pertama.

Wilder mengincar KO, tetapi dia juga percaya dia bisa menang angka. Dia juga merasa pertarungan pertama seharusnya dihentikan karena luka yang dalam di wajah Fury. Bahkan, Wilder berpikir dia akan memenangkan pertarungan pertama dengan angka jika dia tidak melepas beberapa ronde awal dengan tampil "terlalu bersemangat dan cemas."

"Tetapi ketika Anda memiliki kekuatan yang menghancurkan seperti saya, Anda tidak perlu khawatir soal berapa ronde," kata Wilder. "Dia harus bertahan 12 ronde bersama saya."

Wilder juga menilai kemampuan Fury telah menurun, terlihat saat ketika ia tampil kurang impresif melawan petinjua Swedia Otto Wallin September lalu.

"Ketika Anda dirobohkan seperti itu, dan Anda tidak tahu bagaimana Anda sampai di kanvas, apalagi bagaimana Anda bangun, itu menakutkan," kata Wilder tentang pukulannya yang merobohkan Fury di ronde ke-12.

"Ini tidak hanya menakutkan bagimu. Itu menakutkan bagi teman-teman Anda, keluarga Anda, karena mereka tahu Anda akan pergi ke sana dengan monster itu. "