G20 bahas kerja sama berbagi data virus yang lebih beragam

Para menteri kesehatan di Forum G20 menyusun kesepakatan pengembangan platform GISAID agar informasi data virus yang dilaporkan dari berbagai negara lebih beragam, kata Juru Bicara Indonesia untuk G20 Siti Nadia Tarmizi.

"G20 akan mengembangkan berbagi informasi data melalui konsep GSAID Plus untuk deteksi berbagai jenis patogen, virus, bakteri yang berpotensi memicu pandemi," kata Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya di acara Temu Media Pre-Event The First Health Ministerial Meeting yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Jumat.

Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) adalah platform berbagi informasi data virus influenza yang dilaporkan otoritas kesehatan dari berbagai negara di dunia. GISAID digagas pada KTT G20 Hamburg 2017.

Pada saat pandemi COVID-19, GISAID yang dikelola oleh organisasi nirlaba itu secara konsisten menampung berbagai data penelitian Whole Genome Sequencing (WGS) dari berbagai negara untuk mencermati segala bentuk mutasi virus influenza.

Baca juga: HWG dorong sistem kesehatan global yang tangguh

Baca juga: G20 Indonesia dorong semangat gotong royong negara G20 atasi pandemi

"Yang membedakan GSAID saat ini dengan GISAID Plus, ada pada perluasan jenis virus yang dilaporkan. Bukan hanya satu saja, influenza, tapi untuk semua jenis bakteri atau virus yang non-influenza juga dilaporkan dalam platform itu," katanya.

Nadia yang juga Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan itu mengatakan Indonesia telah mengambil bagian dalam pelaporan WGS COVID-19 di platform GISAID.

Tujuannya, agar setiap negara dapat merespons secara cepat berbagai perubahan bentuk virus influenza yang berpotensi memicu gelombang pandemi.

"Indonesia juga sudah berbagi ke antarnegara, yaitu virus influenza di platform GSAID," katanya.

GISAID Plus juga diarahkan menjadi forum pengembangan ilmu pengetahuan di antara para peneliti dan institusi terkait di dunia dalam menyusun langkah mitigasi risiko pandemi di masa depan, kata Nadia menambahkan.

Dalam agenda The First Health Ministerial Meeting di Yogyakarta pada 20-21 Juni 2022, kata Nadia, para menteri kesehatan bersama menteri keuangan negara-negara G20 juga membahas mekanisme pendanaan kesehatan global, Financial Intermediary Fund (FIF), untuk operasional GSAID Plus.

"Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah mengembangkan konsep FIF yang dikembangkan berdasarkan masukan negara anggota G20 dan akan menjadi bahan diskusi di level menteri kesehatan dan menteri keuangan," ujarnya.*

Baca juga: Kemkes: Prokes, 3T dan vaksinasi tetap jadi kunci lawan varian Omicron

Baca juga: Penularan COVID-19 turun, masyarakat mulai abaikan prokes

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel