G20 di RI Paling Heboh, Sumbang Rp7,4 Triliun dan Ciptakan 33.000 Lapangan Kerja

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G20 mampu menggerakkan ekonomi nasional. Studi yang dilakukan menyebut dampak perhelatan akbar ini menciptakan aktivitas konsumsi hingga Rp7,4 triliun.

"Studi yang dilakukan PDB akan terdampak sebesar Rp 7,4 triliun (dengan) spending langsung sebesar Rp1,7 triliun," kata Airlangga di Jakarta, Rabu (9/11).

Tak hanya itu, naiknya tingkat konsumsi tersebut mampu menyerap tenaga kerja secara langsung maupun melalui UMKM. Studi yang yang sama mencatat forum internasional ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 33.000 orang.

"Tenaga kerja dari kegiatan langsung maupun UMKM itu bisa 33.000," kata dia.

Indonesia memimpin Presidensi sejak 1 Desember 2021 lalu. Hingga puncak acara nanti tercatat ada 438 kegiatan yang dilakukan secara tatap muka maupun virtual. Terdiri dari ministerial meeting, working group, engagement group hingga side event.

"Dan angka ini lebih dari hari dalam setahun 365 hari per tahun," kata dia.

Kegiatan di 25 Kota

Airlangga mengatakan berdasarkan data yang sama, kegiatan dilakukan di 25 kota di seluruh Indonesia. Bahkan kepemimpinan Indonesia menjadi yang paling banyak mengadakan pertemuan untuk semua tingkatan.

"Kalau kita bertanya kepada counterpart kita di negara lain, ini adalah G20 yang paling banyak meetingnya, bahasa anak mudanya ini yang paling heboh," kata dia.

Sepanjang forum ini berlangsung tercatat sudah ada 2.500 peserta dari 39 delegasi. Terdiri dari 20 negara anggota G20, 9 negara undangan dan 10 lembaga dunia.

"Jadi tentu ini akan membuat perekonomian secara nasional baik dan dari segi rekondisi ini Indonesia akan menjadi perhatian puncuk dunia dalam perhelatan dunia," tuturnya. [idr]