G20 disebut perlu wujudkan kebijakan industrialisasi berkelanjutan

Forum G20 disebut harus mewujudkan kebijakan investasi dan industrialisasi yang berkelanjutan, demikian disampaikan Penasihat Utama The Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) untuk Asia Tenggara Lili Yan Ing dalam Pertemuan Ketiga Group of Twenty (G20) Trade, Investment and Industry Working Group (TIIWG).

Hal tersebut terkait dampak pandemi COVID-19 dan meningkatnya ketegangan politik global yang telah menimbulkan tantangan serius bagi ekonomi global, bersama dengan dua -masalah pembangunan yang sedang berlangsung: meningkatnya ketidaksetaraan dan perubahan iklim.

"Mempertimbangkan tantangan ini, langkah-langkah fasilitasi investasi dalam mempromosikan investasi yang berkelanjutan, tahan iklim, dan inklusif perlu diperhitungkan, dan transisi menuju Industri 4.0 khususnya di sektor manufaktur juga harus mempertimbangkan keberlanjutan dan inklusivitas,” kata Ing di Nusa Dua, Bali, Selasa.

Ing memberikan dua rekomendasi kepada anggota G20 Pertama, G20 harus melanjutkan dan membangun kolaborasi multilateral yang ada, seperti WTO Joint Statement on Investment Facilitation for Development, untuk investasi yang lebih berkelanjutan, dapat diprediksi, non-diskriminatif, dan transparan.

Kemudian, G20 dinilai harus lebih memperhatikan upaya sistematis untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja kita saat mereka beralih ke Industri 4.0, untuk menghindari melebarnya kesenjangan sebagai konsekuensi yang tidak diinginkan.

Ing juga menekankan pentingnya investasi dan industrialisasi berkelanjutan sebagai landasan untuk mencapai pemulihan ekonomi yang tangguh dan inklusif.

Memperhatikan pentingnya berbagi praktik terbaik tentang investasi berkelanjutan, Ing menyuarakan dukungannya untuk pembentukan G20 Sustainable Investment Policy Toolkit.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono menekankan perlunya inklusivitas dan pragmatisme dalam menyusun Ministerial Statement.

Djatmiko turut berterimakasih kepada anggota Sherpa Track yang telah membantu dalam penyusunan Ministerial Statement.

"Terima kasih atas kontribusi delegasi dari TIIWG sebelumnya, dan menegaskan kembali pentingnya sinergi perdagangan, investasi dan industri dalam mengejar pemulihan yang lebih baik dari pandemi," kata Djatmiko.

Usai Pertemuan TIIWG ketiga digelar, selanjutnya terdapat rangkaian Pertemuan G20 Tingkat Perdagangan, Investasi dan Industri (TIIMM) pada 22-23 September 2022 di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Nusa Dua, Bali.

Baca juga: Kemenkominfo siapkan pusat informasi untuk media di KTT G20

Baca juga: Menlu Indonesia-India bahas berbagai isu G20