Gabung Dewa United, Asep Berlian Berpisah dengan Sahabat Karibnya

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Takdir selalu berjalan dengan caranya sendiri. Mungkin seperti itulah ungkapan yang tepat menggambarkan kepindahan Asep Berlian dari Madura United ke Dewa United.

Pria asal Bogor itu mendapati dirinya tak mendapat perpanjangan kontrak dari klub berjulukan Laskar Sape Kerrap tersebut. Padahal, ia merupakan salah satu pemain generasi pertama Madura United yang terbentuk pada 2016.

Asep menjadi pemain yang paling loyal bersama Slamet Nurcahyono dan Guntur Ariyadi. Tetapi setelah enam tahun, kebersamaan itu akhirnya menemui ujungnya. Meski begitu, ia tak akan menjadi kacang yang lupa kulitnya.

Bisa dibilang, Asep mendapatkan reputasi sebagai gelandang bertahan tangguh saat membela Madura United.

"Saya di Madura bermain se-profesional mungkin, bekerja keras. K-conk Mania (kelompok suporter Madura United) sampai sekarang pun mereka seperti tidak percaya saya keluar. Tetapi inilah sepak bola," ungkap Asep.

"Terima kasih atas dukungan dan doanya selama ini. Alhamdulillah respek juga mereka kepada saya. Terimakasih banyak intinya, saya besar karena mereka juga," sambungnya.

Berpisah dengan Rekan Sekamar

Pemain Timnas Indonesia, Asep Berlian, saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Kamis, (20/2/2020). Para pemain timnas membuka sesi latihan kali ini dengan santai dan ceria. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Timnas Indonesia, Asep Berlian, saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Kamis, (20/2/2020). Para pemain timnas membuka sesi latihan kali ini dengan santai dan ceria. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Salah satu hal yang paling menyesakkan dari perpisahan ini. Asep tak lagi bisa sering-sering curhat dengan sahabat karibnya, Slamet Nurcahyo.

Selama ini, keduanya memang sangat akrab lantaran berada di satu kamar yang sama. Bahkan, sebelum di Madura United pun mereka sudah ditempatkan di kamar yang sama. Tepatnya, saat keduanya bermain untuk Persebaya ISL (kini menjadi Bhayangkara FC) pada 2014 lalu.

"Sudah pamit terutama ke mas Slamet. Karena dari (klub) sebelumnya itu, sama beliau juga satu kamar terus. Delapan tahun sama beliau. Ya beliau pun kaget tidak menyangka juga saya keluar. Tapi ya inilah sepak bola," sesalnya.

Petuah Sang Karib

Pemain Madura United, Slamet Nurcahyo, tampak lesu usai ditaklukkan Persebaya Surabaya pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). Madura United takluk dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Madura United, Slamet Nurcahyo, tampak lesu usai ditaklukkan Persebaya Surabaya pada laga Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). Madura United takluk dengan skor 2-1. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Uniknya, kedua sahabat dekat ini memiliki tanggal lahir yang sama, 11 Juli. Hanya saja, mereka terpisah jarak tujuh tahun dengan Slamet jauh lebih senior darinya.

Tetapi hal itulah yang membuat kedekatan mereka unik.Dengan usia yang lebih muda, tak jarang Asep menerima petuah dari karibnya tersebut. Termasuk saat memutuskan menerima pinangan Dewa United ketimbang klub-klub lain yang mendekatinya.

"Sekarang ya tetap jaga silaturahmi. Saya pun tanya ke beliau apa pendapatnya (soal klub yang mendekati). Dia bilang yang terpenting ada peluang bermain sama nama besar tetap eksis. Itu katanya," tandas Asep.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel