Gaddafi Bersumpah Lawan NATO Hingga Mati

Interpol Ikut Memburu Khadafi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemimpin Libya Kolonel Moammar Ghaddafi bersumpah tak akan pernah menyerah dan akan bertempur sampai mati melawan NATO. Hal tersebut diungkapkan Gaddafi sesaat usai NATO melancarkan serangan ke Ibu Kota Tripoli, Selasa (7/6/2011)

Dalam pidatonya yang disiarkan radio dan televisi setempat Gaddafi mengatakan hanya ada satu pilihan atas serangan NATO yang kian gencar.

“Kami hanya punya satu pilihan, kita akan tinggal di tanah sendiri hidup atau mati," ucap Gaddafi seperti yang dikutip dari Telegraph

Kolonel Gaddafi juga meminta pendukungnya untuk datang ke kompleks Al-Aziziya, tempat yang kerap dijadikan sasaran serangan udara NATO.

"Kami tidak akan menyerah, kami menyambut kematian. Kesyahidan satu juta kali lebih baik," ungkap pimpinan Libya tersebut.

Pada Selasa (7/6/2011) pesawat militer NATO yang terbang rendah mengeluarkan 30 rudal secara membabi buta pada siang hari di Tripoli, ibukota Libya. Hal tersebut membuat tempat tersebut tertutup gumpalan asap yang mengepul ke atas langit.

Berdasarkan perhitungan wartawan setidaknya 27 rudal dilesatkan NATO di tengah siang. Televisi Libya mengatakan beberapa struktur bangunan yang berada di kompleks Gaddafi pun rusak

Serangan NATO tersebut dilancarkan dalam rangka mengusir pendukung Gaddafi dan merebut kekuasaannya. Sementara dilaporkan tidak ada korban dalam serangan tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel