Gadget Android Mencapai 1 Miliar Unit Tahun Ini

TEMPO.CO, New York - Executive Chairman Google, Eric Schmidt menargetkan akhir tahun ini gadget Android yang aktif akan mencapai 1 miliar unit. Schmidt, dalam perbincangan tentang teknologi di AllThingsD Mobile Conferrence, di New York, menyatakan saat ini aktivasi Android mencapai 1,5 juta unit per hari.

"Saat ini, ada 750 juta ponsel Android yang aktif," kata Schmidt sambil menenteng ponsel Android edisi pertama, T Mobile G1 yang diluncurkan lima tahun lalu.

Andorid, lanjut Schmidt, kini sudah memiliki 700 ribu aplikasi dan merambah 160 negara, dengan 320 provider seluler. Kunci pertumbuhan Android, kata dia, menyasar dunia berkembang.  "Kami ingin menyasar semua orang," kata Schmidt.

Salah satu cara mencapai tujuan ini adalah dengan cara menawarkan harga ponsel yang murah. Seiring berkembangnya tren teknologi, gadget android akan semakin murah dalam dua tahun ini. "Harga ponsel turun ke harga US $ 100 atau US $ 70," ujarnya. Dengan harga ini, Android ingin menyasar 5 miliar orang yang masih hidup tanpa ponsel pintar.

Schmidt meyakinkan kalau ponsel pintar tak membutuhkan kapasitas memori yang besar. Dengan demikian, maka smartphone bisa dipakai kelas menengah ke bawah. Dia memprediksi, kelak tak akan ada orang menggunakan ponsel untuk kebutuhan personal. Akan semakin sedikit orang melakukan komunikasi melalui panggilan telepon. Ponsel nantinya menjadi bagian dari kebutuhan sosial dan sarana koneksi dengan sekitarnya.

NUR ROCHMI | PHONEARENA | MASHABLE

Topik Terhangat:

Lion Air Jatuh | Serangan Penjara SlemanHarta Djoko Susilo | Nasib Anas

Baca juga:

EDISI KHUSUS Tipu-Tipu Jagad Maya

Gayus Tambunan Beli Rumah Dekat Penjara Sukamiskin

VIDEO Bom Meledak di Boston, #prayforboston

Ustad Indonesia Orang Berpengaruh di New York

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.