Gadget tak Bisa Lepas dari Anak? Mona Ratuliu Berikan Tips kepada Para Orangtua

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Penggunaan gadget bagi anak-anak sepertinya sudah tak bisa dihindarkan lagi dewasa ini. Terlebih pada masa pandemi di mana aktivitas anak lebih banyak di dalam rumah. Mau tak mau, orangtua pun memberikan akses pada gadget. Seperti halnya pada Mona Ratuliu.

Ia mengaku merasa rutinitas yang telah dibangun bersama sebelum pandemi, hancur seketika. "Jadi saat awal pandemi, rutinitas berantakan banget," kata Mona Ratuliu di acara Cussons Hari Penuh Cinta Bintang Kecil 2021, baru-baru ini.

Karena masih berusaha melakukan adaptasi dengan kondisi awal pandemi yang sangat gegap gempita, Mona Ratuliu dan keluarga pun belum menemukan rutinitas baru. Alhasil, gadget menjadi konsumsi sehari-hari tanpa adanya aturan.

TERKAIT: Cara Mona Ratuliu Ciptakan Hari Penuh Cinta dalam Keluarga

TERKAIT: Selalu Terlihat Bahagia, Ini Kunci Sukses Mona Ratuliu Mengelola Stres sebagai Ibu selama Pandemi

TERKAIT: Cerita Mona Ratuliu Kesulitan Mengurus Lima Anak di Tengah Pandemi

Bikin Jadwal

Mona Ratuliu bersama anak (Instagram/monaratuliu)
Mona Ratuliu bersama anak (Instagram/monaratuliu)

Akhirnya, setelah melihat rutinitas dalam keluarga tak berjalan dengan baik. Maka Mona Ratuliu pun berusaha membuat jadwal baru lagi. ia mengaku melibatkan anak-anaknya dalam membuat rutinitas baru selama pandemi.

"Karena anak-anak memang butuh rutinitas. Akhirnya bikin rutinitas baru, atur lagi jam tidur, jadi jam bangun lebih konsisten. Biasanya seharian main gadget, lalu diatur ada break. Sekarang udah mulai beradaptasi dengan situasinya," tutur Mona.

Saat break main gadget, Mona pun mengajak anak-anaknya melakukan sesuatu yang menarik, tentu saja sesuai dengan usia mereka. Seperti anak pertama yang sudah remaja, Mona kerap makan bareng sembari mendengarkan curhat.

"Yang kedua laki-laki sukanya nonton film bareng, lalu yang 11 tahun main game. Sementara Numa jadi magnet buat ngumpul. Kalau waktu terbatas, kita gilir aja," imbuhnya.

Tak Bisa Lepas

Potret Mima Shafa saat wisuda kelulusan SMA. (Instagram/@monaratuliu)
Potret Mima Shafa saat wisuda kelulusan SMA. (Instagram/@monaratuliu)

Menurut psikolog anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, ketika pada kondisi dimana gadget tak bisa dipisahkan dari anak, maka orangtua tak boleh melepasnya secara keseluruhan. Gadget pun bisa menjadi sarana untuk menjalin hubungan dengan anak.

Orangtua bisa hadir ketika anak bermain gadget dengan ikut menonton, menjelaskan, dan juga memberikan nasehat-nasehat tentang apa yang baik dan tidak terkait tontonan yang dikonsumsi.

Pun demikian, Mona Ratuliu mengaku bahwa untuk menghadirkan hati memang harus berlatih. Karena berapa banyak orangtua yang meluangkan waktu untuk main bersama anak, namun ternyata hati dan pikirannya tidak pernah hadir.

"Ga mudah juga membuat bonding time dengan anak. Kadang dengan kesibukan kita, mau main bareng ama anak, tapi ternyata pikiran kita kemana-mana. Anak jadi main sendiri. Kita harus bisa masuk ke dunia mereka, tanya lagi nonton apa," kata Mona Ratuliu.

Harus Bijak

Di masa pandemi seperti sekarang tentu Indra dan Mona sangat menjaga sang buah hati. Mereka sangat membatasi orang-orang yang ingin menjenguk buah harinya, bahkan eyangnya sendiri baru melihat Numa setelah empat bulan. (Instagram/monaratuliu)
Di masa pandemi seperti sekarang tentu Indra dan Mona sangat menjaga sang buah hati. Mereka sangat membatasi orang-orang yang ingin menjenguk buah harinya, bahkan eyangnya sendiri baru melihat Numa setelah empat bulan. (Instagram/monaratuliu)

Mengenai gadget, Mona pun sudah memiliki jadwal tersendiri, kapan anak bisa bermain dan memaksimalkan bonding dengan orangtua. Yang terpenting, segala aktivitas yang ada harus bisa dinikmati oleh anak.

"Boleh main gadget lagi setelah tugas wajib diselesaikan. Seperti aktivitas fisik dulu, olahraga dulu, simple jumping jack, dll. Bisa ganti aktivitas dengan ajak anak belanja dan masak bareng. Harus nyari aktivitas yang seru," paparnya.

Mona Ratuliu menambahkan jika menjadi orangtua harus bisa bersikap bijak. Yang pasti dalam memberikan rutinitas bagi anak harus tak ada unsur paksaan. Bahkan sebisa mungkin harus membuat anak menikmati aktivitas bersama.

"Kita sebagai orangtua harus punya peran serta dalam tumbuh kembang anak, jadi temennya anak-anak. Bisa perhatikan kebutuhan anak apa, sampai kebutuhan cinta kasihnya gimana. Kalau anak butuh curhat ya kita sediakan telinga dan hati, bermain ya kita sediakan waktu," imbuhnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel