Gadis 14 Tahun Bunuh Diri Usai Diperkosa Bergilir dan Videonya Beredar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang gadis 14 tahun korban pemerkosaan bergilir bunuh diri setelah foto dan video pemerkosaan dirinya di pemakaman dibagikan secara online. Pemerkosaan dilaporkan terjadi di Ghent, Belgia.

Polisi telah melakukan lima penangkapan terhadap tersangka yang diduga pelaku pemerkosaan dalam foto-foto tersebut.

Daily Star, Rabu 2 Juni 2021, melaporkan, kasus ini memicu kemarahan Pemerintah Belgia. Para tersangka, yang semuanya berasal dari Ghent, termasuk tiga anak di bawah umur berusia 14 dan 15 tahun, dan dua orang dewasa berusia 18 dan 19 tahun.

Gadis remaja itu mengira dia bertemu dengan seorang teman di pemakaman Westerbegraafplaats pada 15 Mei 2021. Namun, empat orang lain juga ada di sana, dan mereka diduga memperkosanya secara beramai-ramai.

Empat hari setelah peristiwa nahas itu terjadi, gadis tersebut bunuh diri. Keluarganya kemudian diberitahu tentang pemerkosaan itu oleh salah satu teman gadis itu.

Menurut laporan media Belgia, dua anak laki-laki di bawah umur yang ditangkap adalah bersaudara, dan beberapa tersangka sudah diidentifikasi polisi.

Mereka telah ditangkap karena dicurigai melakukan pemerkosaan, penyerangan tidak senonoh, dan mengambil serta menyebarkan foto-foto yang kemungkinan merupakan serangan terhadap integritas seseorang.

Wali Kota Gavere, Denis Dierick, mengatakan dia mengenal korban dengan baik dan mengatakan kematiannya adalah "horor murni" dan "tragedi tidak manusiawi".

Sementara itu, Menteri Kehakiman Belgia, Vincent van Quikernborn berjanji di Twitter bahwa mereka yang bertanggung jawab atas penderitaan mengerikan gadis itu akan dihukum.

"Kebencian, tidak ada kata-kata untuk menggambarkannya. Pikiran saya bersama keluarga dan teman-teman. Tersangka telah ditangkap dan penyelidikan sedang berlangsung. Keadilan harus memperhatikan keadilan," katanya.

Newsin24 melaporkan, ayah korban mengatakan bahwa putrinya telah "menderita selama beberapa waktu".

"Dia membutuhkan bantuan dan sayangnya butuh waktu terlalu lama baginya untuk mendapatkannya. Dia mengalami masa yang sulit dan fakta, serta gambar ini adalah tantangan terakhir baginya," katanya.

"Seorang gadis berusia 14 tahun tidak bisa melalui hal seperti ini. Dia melihat seluruh dunianya hancur. Bila tidak ada mereka, dia mungkin masih hidup. Yang bisa saya harapkan sekarang adalah keadilan."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel