Gadis Albino Diculik dan Dibunuh di Burundi

Bujumbura (AFP/ANTARA) - Geng bersenjata menculik, membunuh, dan memutilasi seorang gadis albino dalam pembantaian yang terjadi selama empat tahun di Burundi.


Orang dengan albinisme, kelainan genetik dimana tubuh penderita kurang atau tidak memiliki zat pigmen tubuh, menjadi target diskriminasi di beberapa negara Afrika.


Terdapat kepercayaan tentang kekuatan khusus pada mereka di wilayah tersebut dan anggota tubuh korban terkadang dijual ke dukun.


Pada serangan terbaru Sabtu malam, tujuh orang pria bersenjatakan tombak, senapan, dan parang mendatangi rumah dekat ibu kota Bujumbura dan menculik gadis berusia 15 tahun, kata petugas lokal Leonce Ndirinzirindi.


Kelompok pria tersebut kemudian membunuhnya dan memotong lengan dan kakinya, yang kemudian mereka bawa, tambahnya.


Delapan belas orang albino dibunuh sejak Agustus 2008. Tingkat pembunuhan menurun sejak Agustus 2009, saat delapan orang dihukum karena pembunuhan dan upaya pembunuhan terhadap orang albino.


Kassim Kazungu, presiden kelompok Albinos Sans Frontieres mengatakan pemerintah gagal melindungi albino dan mengatakan semua orang yang dihukum karena pembunuhan melarikan diri.(nn/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.