Gadis di Bukittinggi Dipukuli Temannya gara-gara Ejekan Pakaian Dalam

·Bacaan 2 menit

VIVA – Polisi menerima laporan pengaduan dugaan pengeroyokan yang dilakukan beberapa orang pelajar terhadap korban berinisia N (14) yang kini ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bukittinggi, Sumatera Barat.

"Ada laporan pengaduan yang masuk dari orangtua korban tentang dugaan penganiayaan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan tempat kejadian perkara di Lakuang, Bukittinggi," kata Kepala Unit III PPA Aipda Amelia Chandra, di Markas Polres Bukittinggi, Kamis, 5 Agustus 2021.

Ia mengatakan, menurut keterangan sementara dari korban, ada lima orang diduga pelaku dari kejadian pemukulan kepada korban yang beralamat di Manggis Gantiang.

"Keterangan sementara, perselisihan diawali dari percakapan di aplikasi percakapan media sosial yang menyinggung tentang pakaian dalam hingga menimbulkan pertengkaran dan berujung pemukulan," katanya.

Amelia menjelaskan, korban kemudian dibawa ke lokasi dan di sana dipukuli serta ditendang oleh para pelaku.

Polisi telah memintai keterangan korban dan memeriksa saksi-saksi dari pihak keluarga korban, selain mengambil barang bukti berupa baju yang dipakai korban saat kejadian.

Polisi juga telah mendapatkan hasil visum korban dan mengamankan bukti berupa rekaman video serta foto saat kejadian.

Para pelaku bisa dapat dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman pidana penjara lebih dari lima tahun.

Menurut Amelia, karena pelaku masih berusia di bawah umur, polisi akan melakukan diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan ke proses di luar pidana.

"Kami wajib melakukan diversi antara korban dan pelaku untuk mencari jalan tengah dan keadilan, seperti perdamaian atau semacamnya," kata dia pula.

Para terduga pelaku, yang ternyata teman korban namun beda sekolah, akan dipanggil dan dimintai keterangan serta diperiksa dalam waktu dekat.

Kakak korban, Vina, menjelaskan bahwa para pelaku penganiayaan terhadap adiknya bukan berasal dari teman satu sekolah korban.

"Kebanyakan dari mereka bukan teman sekolah adik saya, tapi itu baru dari sekilas yang terlihat di bukti video. Semoga polisi segera mendapatkan siapa saja yang ikut memukul adik kami," katanya. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel