Gadis SMP Dipaksa Melayani Pria Hingga Hamil

TEMPO.CO , Depok:Seorang pelajar SMP, Stevania Damayanti, 16 tahun, mengaku dipaksa berhubungan seksual dengan seorang pria, hingga hamil. Karena merasa dilecehkan, keluarga Stevania melaporkan pria itu ke polisi. Kasusnya kini berujung di Pengadilan Negeri Depok.

Pria yang dilaporkan, Diki Ananda Putra, 18 tahun, dituduh melakukan pelecehan seksual hingga Stevania melahirkan seorang anak. "Ini sudah sidang ke empat, tapi dia tak pernah ditahan. Saya merasa ini tidak adil," kata Stevania kepada wartawan di sela-sela sidang, Kamis, 3 Januari 2012.

Kasus ini berawal saat keluarga Stevania meminta pertanggungjawaban Diki untuk menikahi Stevania yang sedang hamil pada Maret 2012. Namun, keluarga pelaku menolak dan malah menantang  korban menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum. Akhirnya, pada Maret itu juga keluarga korban melaporkan Diki ke polisi.

Setelah Diki ditahan polisi, keluarganya sepakat berdamai dengan menandatangani surat perdamaian. Pelaku diwajibkan memberi uang sebesar Rp 14 juta dan Rp 300 ribu per bulan. Namun, perdamaian itu retak kembali setelah polisi meneruskan kasus ini ke pengadilan pada September 2012. Pada November 2012, pelaku mulai disidang.

Stevania menceritakan, semula dia dan Diki memang berpacaran selama satu tahun. Menurutnya Diki selalu mengajaknya bersetubuh selama berpacaran. Siswi sebuah SMP Negeri di Jakarta ini mengatakan akhirnya mereka bersetubuh pada Agustus 2011. "Karena saya dipepet terus," katanya tersipu. Satu kali, Diki memfilmkan aksi panas mereka. Film itu belakangan digunakan sebagai senjata Diki untuk terus menikmati tubuh molek Stevania. "Kalau saya tidak mau, film itu mau dimasukkan ke Facebook dan Youtube," kata Stevania.

Hubungan terus berlanjut sampai Stevania akhirnya hamil. Keluarga gadis itu lalu menuntut tanggungjawab Diki. Keluarga Diki semula setuju menikahkan anak mereka. Tapi, mereka minta Stevania pindah ke rumah Diki. "Keluarga Stevania ingin setelah menikah, mereka tetap tinggal di rumah masing-masing dan kami mengirim uang setiap bulan," kata  kakak kandung Diki, Alif Anandika, 19 tahun.

Karena syarat itu tak disetujui, pernikahan pun batal. Kedua keluarga yang sudah emosi, lalu sepakat menyelesaikan hubungan Diki-Stevania ke jalur hukum. Diki diancam dengan Pasal 81 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Selain itu dia diancam denda Rp 60 - 300 juta.

ILHAM TIRTA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.