Gaduh soal Kajian Ramadhan, KNPI Desak 2 Direktur PT Pelni Dicopot

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir mengevaluasi total dan mencopot sejumlah direksi seperti direktur utama serta direktur SDM dan umum dari PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni), akibat tidak melakukan koordinasi dengan jajaran komisaris terkait acara pengajian yang diduga bernuansa radikalisme yang dinilainya sangat berbahaya bagi bangsa dan negara Indonesia.

Wakil ketua umum DPP KNPI Lisman Hasibuan mengatakan, belum selesainya persoalan hutang dari PT Pelni, ditambah dengan tidak adanya koordinasi yang dilakukan oleh Badan Kerohanian Islam PT Pelni atas ceramah dari sejumlah ulama yang dianggap radikal dalam menyambut bulan suci ramadhan, menambah panjang daftar kesalahan yang dilakukan oleh PT Pelni.

"Hal ini tidak boleh dibiarkan, KNPI akan melakukan aksi unjuk rasa pekan depan baik di Kementerian BUMN maupun di PT Pelni agar Menteri BUMN Erick Thohir bertindak untuk memecat direktur utama serta direktur SDM dan umum. Jika masalah ini dibiarkan tentunya akan menjadi masalah besar dikemudian hari," kata Lisman dalam keterangan tertulisnya, Senin, 12 April 2021.

Dengan tidak adanya koordinasi diantara para petinggi di PT Pelni, Lisman menambahkan bahwa KNPI berharap kedepannya anak perusahaan BUMN yang lain harus mengikuti Standart Operating Procedure (SOP) perusahaan.

KNPI jelas Lisman juga tidak menutup mata dan berharap bahwa Menteri BUMN Erick Thohir juga dapat membersihkan kelompok radikal yang masih bertengger di BUMN. "Tentunya hal ini jangan dibiarkan saja mengingat sangat membahayakan bagi bangsa dan negara," tegas Lisman.

Sebelumnya beredar di media sosial flyer kajian Ramadhan 1422 H yang digelar PT Pelni secara virtual melalui zoom meeting. Tema kajian online itu Ramadhan “Memperkuat dan Memperteguhkan”

Dalam flyer itu, sejumlah ustaz dijadwalkan menyampaikan materi seperti Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Syafiq Riza Basalamah, hingga Ustaz Cholil Nafis.

Terkait hal itu, Komisaris PT Pelni Kristia Dede Budhyarto mengatakan bahwa kajian Ramadhan itu dibatalkan karena tak memiliki izin dari direksi. Dalam beberapa cuitannya, Dede juga sempat mengaitkan dengan isu radikalisme.

Kemudian Dede juga memberitahu pejabat Pelni yang berinisiasi membuat kajian Ramadhan itu dicopot dari posisinya.

Bagi dia, pencopotan ini sebagai warning sekaligus pelajaran kepada seluruh BUMN terhadap pegawai yang diduga terlibat radikalisme. Cuitan ini yang kemudian jadi viral.

Sementara menyangkut tabayun dan permintaan maaf ke Ustaz Cholil, Dede juga mengunggahnya beserta video di akun Twitter @kangdede78.

Baca juga: Kemenag Respons Kisruh Pembatalan Kajian Ramadhan PT Pelni