Gaet Investasi, Madiun Tawarkan Proyek Bangun 7.400 Alat Penerangan Jalan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun dalam menyelenggarakan kegiatan Market Consultation proyek pembangunan Alat Penerangan Jalan (APJ) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kegiatan market consultation merupakan bagian dari proses persiapan yang telah dilakukan sebelumnya, yakni Market Sounding pada 15 Desember 2020.

Kegiatan market consultation ini dimaksudkan untuk menyampaikan perkembangan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pembangunan APJ Kabupaten Madiun agar dapat diketahui oleh para calon investor dan pihak terkait lainnya seperti perbankan dan lembaga keuangan.

"Saya harap acara ini memberikan peluang bagi calon investor, pihak yang terkait dalam acara, dan juga pihak Pemerintah Madiun untuk melakukan diskusi bersama demi merealisasikan kegiatan promosi peluang investasi di Kabupaten Madiun," ujar Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan dalam keterangan tertulis, Jumat (29/10/2021).

Proyek KPBU Pembangunan APJ di Kabupaten Madiun yang akan ditawarkan kepada calon investor, meliputi pembangunan 7.400 titik APJ di sepanjang 299,6 km yang terdiri dari: Jalan Nasional (70,4 km); Jalan Kabupaten (221,7 km); dan Jalan perkotaan Caruban (7,5 km).

Proyek ini bertujuan untuk mendukung pusat pemerintahan dan pusat perekonomian baru di Caruban, membangun ekonomi di Kawasan Strategis Selingkar Wilis (berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 80/2019) yang memiliki potensi investasi, serta untuk memberikan keamanan, kenyamanan pengguna jalan dan aktivitas sosial masyarakat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Skema D-B-F-O-M-T

Proyek ini menggunakan skema Design-Build-Finance-Operate-Maintain-Transfer (D-B-F-O-M-T) dengan nilai Capital Expenditures (CAPEX) sebesar Rp 90 miliar (termasuk insurance, indirect cost/IDC, financing fees), dan nilai operating expenses (OPEX) sebesar Rp 1,4 miliar per tahun.

Mekanisme pengembalian investasi proyek melalui pembayaran ketersediaan layanan/availability payment sebesar Rp 20,8 miliat per tahun (termasuk PPN). Jangka waktu kerja sama selama 11 tahun (termasuk masa konstruksi selama satu tahun).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel