Gagal Bekuk Persebaya di BRI Liga 1, Pelatih Arema: Kartu Merah Ubah Semua Rencana

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta Arema FC harus puas bermain 2-2 melawan rivalnya, Persebaya Surabaya, dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (6/11/2021).

Padahal tim berjuluk Singo Edan ini sempat unggul dua gol lebih dulu. Duet striker, Carlos Fortes dan M. Rafli, sudah mencetak dua gol ketika babak pertama memasuki menit 21. Namun setelah unggul, permainan Arema FC justru menurun.

Kondisi ini yang dimanfaatkan Persebaya. Bajul Ijo sukses menyamakan kedudukan.

Pelatih Arema, Eduardo Almeida, terlihat menyesali kegagalan memetik poin penuh itu. Dia melihat anak asuhnya sudah memulai pertandingan dengan bagus.

“Kami superior di babak pertama. Namun kartu merah mengubah semua rencana,” keluhnya.

Pada laga ini, pemain sayap Arema FC, Dendi Santoso, menerima dua kartu kuning dan prosesnya hanya berselang satu menit. Dia melakukan pelanggaran yang sama kepada bek Persebaya, Reva Adi Utama. Alhasil, Dendi diusir wasit di menit 54.

vidio:Half Time Show: Masa Depan Cerah Timnas Indonesia Bersama Shin Tae-yong dan Polemik VAR di BRI Liga 1

Sulit dan Melelahkan

Tak ada ancaman tambahan yang membuat pemain pertahanan kerepotan sampai waktu yang tersisa habis. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Tak ada ancaman tambahan yang membuat pemain pertahanan kerepotan sampai waktu yang tersisa habis. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Saat Dendi diganjar kartu merah Arema masih memimpin 2-1. Namun, alur permainan akhirnya berubah setelah Dendi diusir keluar lapangan.

Persebaya berbalik melancarkan serangan-serangan yang lebih berbahaya. Sementara Arema hanya bisa melakukan serangan balik.

Almeida menganggap bermain dengan 10 orang tentu akan lebih sulit dan melelahkan. Karena lawan pasti memberikan tekanan lebih banyak.

“Tentu sulit bermain dengan 10 orang. Namun kami masih coba melakukan serangan balik dan hingga pengujung laga dapat peluang lewat beberapa tendangan sudut. Ini membuktikan kami ingin menang,” lanjutnya.

Evaluasi Kartu Merah

Tim berjulukan Singo Edan itu pun berhasil menggandakan keunggulan lewat Muhammad Rafli yang melakukan tembakan mendatar masuk ke sisi kanan gawang Persebaya di menit ke-21.(Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Tim berjulukan Singo Edan itu pun berhasil menggandakan keunggulan lewat Muhammad Rafli yang melakukan tembakan mendatar masuk ke sisi kanan gawang Persebaya di menit ke-21.(Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sebenarnya ini bukan kali pertama Arema kehilangan pemain karena kartu merah. Saat lawan PSM Makassar dan Persija Jakarta, hal sama juga terjadi.

Waktu itu Jayus Hariono dan Kushedya Hari Yudo yang diusir wasit. Namun saat lawan Persija, Arema masih berhasil memetik kemenangan tipis 1-0. Namun, saat menghadapi PSM, Singo Edan bermain 1-1.

Almeida tak terang-terangan menyalahkan pemainnya atas kartu merah yang didapat. Tapi setelah imbang kontra Persebaya, dia memberi sinyal harus melakukan perubahan.

“Kartu merah mengubah rencana dan segalanya. Tapi saya respek dengan keputusan itu. Saya tidak pernah berkomentar soal wasit,” sambungnya.

Almeida tidak pernah memprotes keputusan wasit yang memberikan kartu merah. Dia ingin pemainnya bisa mengendalikan emosi di lapangan.

“Kami akan koreksi karena ada tiga pertandingan yang dimainkan dengan 10 pemain,” terang dia.

Yuk Tengok Posisi Arema dan Persebaya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel