Gagal Eksekusi Penalti Italia Saat Hadapi Swiss, Jorginho Tetap Layak Raih Ballon d'Or

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Gelandang Timnas Italia, Jorginho, gagal melakukan tugasnya sebagai eksekutor penalti ketika Gli Azzurri berhadapan dengan Swiss pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa, Sabtu (13/11/2021) dini hari WIB. Mantan pelatih Timnas Italia, Marcelo Lippi, membela sang pemain dengan menyebut Jorginho tetap layak meraih Ballon d'Or setelah kegagalan tersebut.

Jorginho memang digadang-gadang menjadi peraih Ballon d'Or setelah keberhasilannya di level klub maupun tim nasional pada 2021 ini. Jorginho membawa Chelsea menjuarai Liga Champions 2020/2021 dan berlanjut dengan membawa Timnas Italia menjuarai Euro 2020.

Namun, dalam laga kontra Swiss, Jorginho menjadi biang kegagalan Italia meraih kemenangan. Dalam kondisi bermain imbang 1-1 dan punya peluang untuk memenangkan pertandingan lewat eksekusi penalti pada akhir babak kedua. Sayangnya, eksekusi Jorginho gagal mengubah keadaan dan laga tetap berakhir imbang 1-1.

Kegagalan Jorginho memaksimalkan penalti pada akhir pertandingan itu membuat Italia harus menunda tiket lolos ke Piala Dunia 2022. Jorginho pun merasa kecewa dengan kegagalannya tersebut.

Namun, apakah kegagalan Jorginho itu akan memengaruhi kansnya meraih penghargaan Ballon d'Or tahun ini? Marcelo Lippi tidak setuju. Mantan pelatih Timnas Italia itu menegaskan bahwa gelandang Gli Azzurri itu tetap layak meraih Ballon d'Or.

"Meski melakukan kegagalan dari titik putih, saya akan tetap memberikannya kepada Jorginho. Ia telah memenangkan segalanya dan ketika seseorang memenangkan segalanya, sangat tepat dia mendapatkan pengakuan itu," ujar Lippi seperti dilansir dari Football Italia.

"Ada sang juara yang hanya beberapa kali menang atau tidak sama sekali, kemudian ada pula juara yang telah memenangkan segalanya dan harus diberikan penghargaan," lanjut Lippi mengenai Jorginho.

Optimistis Italia Lolos Piala Dunia 2022

Skor 1-1 tak berubah hingga peluit panjang akhir pertandingan dibunyikan. Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi 15 poin di klasemen Grup C. (AP/Gregorio Borgia)
Skor 1-1 tak berubah hingga peluit panjang akhir pertandingan dibunyikan. Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi 15 poin di klasemen Grup C. (AP/Gregorio Borgia)

Marcelo Lippi juga bicara mengenai bagaimana kans Timnas Italia menuju Piala Dunia 2022. Pelatih berusia 73 tahun itu masih optimistis tim asuhan Roberto Mancini akan berada di Qatar pada tahun depan.

"Tentu saja saya yakin. Jelas bahwa kemenangan akan menjadi lebih baik. Namun, hasil itu yang ada dan berguna sebagai penyelesaian dan menjadi kekuatan bagi tim ini," ujar Lippi.

Ini adalah tim yang tenang dan cerdas, termasuk pelatihnya. Mereka tahu betul bahwa hasil akhir tetap akan diperoleh," lanjutnya.

Mengenai kegagalan Jorginho melakukan penalti, Lippi mengaku akan tetap memilih gelandang Chelsea itu sebagai eksekutor jika ia adalah pelatihnya.

"Saya memutuskan siapa yang seharusnya mengambil penalti dalam tiga kali karier saya, dalam situasi yang sangat penting. Dua kali berjalan dengan baik, dan di lain waktu berjalan buruk," ujarnya.

Sumber: Football Italia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel