Gagal Ikut Olimpiade 1948, Asal Usul Terciptanya Hari Olahraga Nasional

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Tepat hari ini (9/9/21) diperingati dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas). Di tahun ke-38 ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengusung tema Desain Besar Olahraga Nasional Menuju Indonesia Maju (DBON) untuk Haornas.

"Kenapa temanya itu, karena rencananya besok, DBON akan dimulai implementasinya dan akan disampaikan oleh Presiden Jokowi," ujar Menpora, Zainudin Amali dalam jumpa pers virtual, Rabu (8/9/2021) WIB.

Menpora mengatakan, pemilihan DBON sebagai tema Hari Olahraga Nasional ke-38 sudah sesuai dengan pesan Presiden Jokowi saat Haornas sebelumnya. Masih di masa pandemi, perayaan Haornas dilakukan secara virtual.

Selain Presiden, Menpora juga mengundang para pimpinan dari lembaga kementerian dan sejumlah lembaga olahraga nasional seperti Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Para pimp

"Kami juga mengundang pimpinan perguruan tinggi serta dekan fakultas keolahragaan seluruh Indonesia dan stakeholder olahraga lainnya. Komisi X DPR RI sebagai mitra kami juga akan kami undang," kata Menpora.

Sejarah Hari Olahraga

Ilustrasi/Shutterstock.com/TORWAISTUDIO
Ilustrasi/Shutterstock.com/TORWAISTUDIO

Melansir berbagai sumber, Hari Olahraga Nasionaldiperingati saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) I. PON I berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah pada 9 - 12 September 1948.

PON I ini dilakukan pemerintah di tahun 1948, lantaran para atlet Indonesia tidak bisa mengikuti ajang olahraga dunia Olimpiade XIV/1948 di kota London, Inggris. Hal ini dikarenakan kemerdekaan Indonesia belum diakui dunia, akhirnya paspor pun tidak berlaku di Inggris.

Para atlet hanya diterima jika menggunakan paspor Belanda, namun para atlet pun menolak keras. Inilah yang membuat Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) memutuskan untuk membuat kompetisi olahraga yang dikenal dengan PON.

Kala itu, ada 600 atlet yang mengikuti PON dengan bertanding pada 9 cabang olahraga untuk merebutkan 108 mendali. Maka dari itu, tercetus lah Hari Olahraga yang selalu diperingati setiap tanggal 9 September.

Peringatan Hari Olahraga Nasional ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 195 tentang Hari Olahraga Nasional yang diteken oleh Presiden Kedua Indonesia, Soeharto.

Sampai saat ini, PON sudah berlangsung sebanyak 19 kali. Namun, saat peristiwa G30S PKI pada 1965 ajang olahraga ini gagal dilaksanakan.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel