Gagal Ungguli Hamilton, Verstappen Kritik Strategi Red Bull

Luke Smith
·Bacaan 2 menit

Driver Belanda itu menuntaskan balapan di belakang Hamilton di Sirkuit Sakhir, Minggu (29/11/2020).

Verstappen terpaut lima detik dari pembalap Mercedes AMG Petronas tersebut ketika hampir putaran pertama pit stop. Namun, ia urung mendapat undercut saat tim yang dipimpin Toto Wolff itu memanggil sang pemimpin balapan sebelum Red Bull masuk pit.

Peluang putra eks pembalap F1, Jos Verstappen, kembali melayang karena pemberhentian kedua yang lambat. Alhasil, Hamilton bisa melaju tanpa beban satu lap kemudian tanpa merasakan tekanan.

Red Bull meminta Verstappen pit stop ketiga kali saat mendekati akhir balapan. Taktik itu untuk mencuri poin dari lap tercepat serta mengantisipasi potensi safety car lamban.

Keputusan tersebut membuat Verstappen kecewa. Menurutnya, tim seharusnya memintanya masuk pit pertama lebih cepat.

“Strategi kami tidak cukup kuat hari ini. Pertama, kami seharusnya berhenti lebih cepat di fase pertama. Kami malah membiarkan Mercedes stop lebih dulu, saya tak mengerti, jadi mereka unggul dua detik atau lebih dari kami,” ucapnya.

Baca Juga:

Kyvat Sempat Kesal dengan Manuver Berbahaya Grosjean Fittipaldi Pengganti Grosjean di GP Sakhir

“Kemudian, Anda harus mencoba dan menutup gap dengan ban keras, di mana itu bekerja sangat bagus. Jadi saya berhasil mengambil 1,5 atau dua detik di awal. Kemudian Anda kehilangan itu lagi.

“Kami harus melakukan pitstop lambat, dan kemudian kami punya pitstop yang tidak sepenuhnya saya dapatkan. Tentu, untuk lap tercepat cukup baik, tapi itu bisa selalu terjadi ketika orang lain melaju lebih cepat.

Dihentikannya balapan karena kecelakaan Romain Grosjean dan munculnya safety car, berkontribusi terhadap lambatnya kinerja Verstappen.

“Juga karena bendera merah dan safety car, kemudian tiga stop tak akan berfungsi lagi. Saya tak tahu kenapa mereka melakukan itu. Saya tidak bilang kami akan mampu mengalahkan mereka hari ini, karena kami tak punya kecepatan,” ujarnya.

Terkait dengan keluhan tersebut, prinsipal Red Bull, Christian Horner, menjelaskan kalau meminta Verstappen masuk pit malah membuat kondisi lebih parah.

“Masalahnya Lewis sedikit lebih kencang. Kehilangan delapan lap awal karena safety car dan bendera merah, kami beralih dari apa yang bisa jadi tiga stop lebih optimal menuju dua stop.

“Kondisi di lintasan tidak menyebar seperti yang Anda inginkan pada putaran pertama, karena kami kehilangan delapan lap. Kalau kami pit, maka kami pit dalam lalu lintas” katanya.

"Saya tidak yakin dengan apa yang sebenarnya dapat kami lakukan. Saya rasa jika kami juga melakukan pitstop pertama lebih awal, dia punya dua mobil untuk dilewati, tapi kami tidak berada dalam jalur undercut. Mereka akan dengan mudah menutupnya,” ucapnya.

“Mereka akan menutupnya dengan mudah. Sayangnya, Mercedes punya kecepatan sedikit lebih baik dan umur ban tak terlalu tinggi.”

Sebenarnya Verstappen punya peluang mengganti ban medium ke keras ketika safety car berada di lintasan. Namun, Horner melarang karena takut malah merugikan saat balapan dimulai lagi setelah insiden Romain Grosjean.

“Kami melihat itu, tapi kami prihatin dengan performa awal. Mulai dari sisi kotor grid ketika ketika balapan dimulai lagi, kami khawatir menyerah daripada mendapatkannya,” tuturnya.

“Kami tampil baik untuk mempertahankan posisi terhadap Sergio Peres di tikungan pertama. Fokus kami memulai ban keras, kami menyerah terlalu banyak di start awal”