Gagar-gara Ngawi, Ferdinand Hutahaean Dibully Warganet

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan politikus partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean ramai diejek soal pernyataannya yang mengindikasikan bahwa ia berpikir Kabupaten Ngawi berada di Jawa Tengah. Padahal, seperti yang diketahui, Ngawi berada di Jawa Timur. Sontak nama ‘Ngawi’ menjadi trending topic di Twitter.

Awalnya, Ferdinand mengomentari cuitan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam hal ketahanan pangan.

“Alhamdulillah, Pemprov DKI Jakarta – BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Pemkab Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi untuk kerja sama ketahanan pangan,” kata Anies Baswedan melalui akun Twitter-nya @aniesbaswedan.

Ferdinand lalu membalas cuitan itu dan mengatakan bahwa Jakarta harus berterima kasih ke Jawa Tengah yang dipimpin Ganjar Pranowo.

Bagus, Pemprov DKI Jakarta memang harus bekerja amankan pasokan beras warga Jakarta. Jakarta harus berterimakasih kepada Jawa Tengah dibawah pimpinan Ganjar Pranowo yang mampu memproduksi beras untuk mencukupi kebutuhan Jakarta dan propinsi lain. Ini prestasi Jateng yang hrs ditiru daerah lain,” kata Ferdinand.

Balasan Ferdinand itu lantas mendapat banyak olokan lantaran warganet menyangka bahwa Ferdinand menyebut Ngawi berada di Provinsi Jawa Tengah.

Keknya tadi pagi, Ngawi msh masuk Jatim deh. Gesernya kapan ya?,” tulis akun @Peyek_T3RI.

Baru tau eike kalo Ngawi pindah ke Jawa Tengah,” kata akun @marlina_idha disertai emoticon tertawa.

Tak hanya warganet, mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu juga ikut berkomentar. Dengan bercanda mengatakan bahwa Ngawi itu di Sulawesi Selatan.

Ah dia salah – Ngawi kan SulSel. Pokoknya yg ada padi adalah Sulsel. No debat,” kata Said Didu.

Mendapat banyak serangan, Ferdinand pun menjelaskan bahwa cuitannya itu adalah cuitan berseri. Cuitan selanjutnya menyinggung bahwa DKI harus bekerja sama dengan daerah penghasil beras, salah satunya Jatim.

Kerjasama Pemprov DKI dengan daerah-daerah lain penghasil beras memang harus dilakukan karena Jakarta tak punya lahan untuk pertanian. Salah satunya dengan Jatim. Namun kerjasama ini jangn hanya mencari untung, beli lebih murah, jual dpt untung. Semangatnya harus pada mengamankan stok lebih murah dari Bulog,” katanya.

Masih mendapatkan serangan warganet, Ferdinand lalu menyentil apakah Anies Baswedan tidak malu memiliki pendukung yang bodoh karena asal serang.

Nis, mbo ya bilangin pendukungmu jangan ngegas ngebully sebelum baca yang benar. Komen saya di akunmu tweetnya 2 seri bukan tunggal. Suruh dibaca dulu baru pada teriak-teriak. Mungkin mereka tak pernah dengar tweet berseri, atau memang pada malas baca. Lu ngga malu punya pendukung bodoh-bodoh gitu Nies?” katanya.

Namun, pembelaan itu masih tidak diterima kebanyakan netizen sebab jarak kedua cuitan Ferdinand adalah 12 menit.

Lae, ngelesnya kelamaan. Jeda antara twit pertama ke twit kedua 12 menitan. Setelah rame loe baru ngeles,” kata LordFathza.