Gagas Liga Super Eropa, Presiden Juventus Susah Ditelpon

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Juventus, Andrea Agnelli menjadi sosok yang disorot karena gagasannya terkait penyelenggaraan Liga Super Eropa. Dia bersama Florentino Perez dari Real Madrid yang jadi corong utama.

Ada 12 klub papan atas Eropa yang siap untuk ikut kompetisi tersebut. Namun, klub dari Prancis dan Jerman tidak ikut-ikutan gagasan itu.

Chief Executive Officer (CEO) Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge mengaku sudah coba menghubungi Agnelli. Dia ingin tahu alasan di balik munculnya Liga Super Eropa.

Akan tetapi, Rummenigge mengaku sangat sulit menghubungi Agnelli. Upayanya berkomunikasi lewat telpon tak dibalas.

"Saya ingin berbicara dengan Agnelli, tapi saya tidak dapat menghubunginya melalui telepon," kata Rummenigge, dikutip dari Il Corriere della Sera.

Rummenigge tak mau seperti petinggi klub lainnya yang mengecam keras gagasan Liga Super Eropa. Karena itulah dia ingin mencari tahu lebih dulu.

Karena Rummenigge meyakini ada alasan lain yang mungkin belum dia ketahui di balik ngototnya Agnelli untuk menjalankan Liga Super Eropa.

"Saya tidak tahu motivasinya dan saya tidak ingin mengkritiknya tanpa mengetahui alasan. Mungkin ada alasan yang saya tidak tahu," imbuhnya.

Dalam beberapa kesempatan, Agnelli dan Perez beralasan Liga Super Eropa ini jadi salah satu cara baru klub untuk mendapat banyak pemasukan.

Mereka menganggap ini adalah terobosan yang belum mau digarap oleh otoritas seperti FIFA dan UEFA. Klub akan tertolong dari krisis finansial akibat pandemi COVID-19.

Namun FIFA dan UEFA dengan tegas menolak. Dia menganggap Liga Super Eropa cuma bentuk tembok pemisah antarklub di Eropa. Dan akan terjadi ketidakadilan nantinya.