Gajah Betina Ditemukan Mati di Tengah Jalan, Mulut dan Anus Berdarah

Merdeka.com - Merdeka.com - Seekor induk dan bayi dalam kandungan ditemukan mati di area konsesi perusahaan di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau belum mengetahui penyebab kematian hewan dilindungi tersebut. Hewan dengan nama latin elephas maximus itu tergeletak di atas jalan tanah dan mengeluarkan bau busuk. Sedangkan bagian mulut dan anusnya mengeluarkan darah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBKSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara mengatakan, gajah betina itu pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan PT RAL dan dilaporkan ke Rimba Satwa Foundation (RSF).

"Kemudian tim gabungan BBKSDA Riau menindaklanjuti dengan melakukan penyisiran ke lapangan. Bangkai gajah ditemukan dititik koordinat N 01° 4' 48" E 101° 27' 21," ujar Fifin, Kamis (25/5).

Untuk mengetahui penyebab kematiannya, tim medis BBKSDA Riau melakukan nekropsi didampingi dokter hewan dari Kesehatan Hewan Duri.

"Belum diketahui penyebab kematian gajah Sumatera ini, tetapi dari mulut dan anusnya keluar darah. Diperkirakan gajah betina tersebut berumur sekitar 25 tahun dalam kondisi mengandung dan akan segera melahirkan anaknya," kata Fifin.

Tim mengambil sampel hati, dinding usus, paru dan kotoran gajah tersebut untuk dilakukan uji laboratorium. Bangkai gajah dikuburkan di sekitaran lokasi kejadian.

Sedangkan sampel bagian organ satwa akan segera dikirim ke Balai Verteriner, Bukit Tinggi, Sumatera Barat untuk mengetahui penyebab kematian. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel