Gaji Petinggi UEFA Terseret Polemik Liga Super Eropa

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Real Madrid, Florentino Perez menjadi sosok yang berani perang terbuka dengan UEFA. Semua ini berawal dari gagasan menggelar Liga Super Eropa (ESL).

Perez sebagai salah satu inisiator utama merasa tidak senang dengan sikap UEFA dalam menanggapi digulirkannya Liga Super Eropa.

Otoritas tertinggi sepakbola Eropa itu mengancam akan mencoret keikutsertaan tim yang menggagas Liga Super Eropa dari Liga Champions, Liga Europa, dan kompetisi domestik.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menjadi yang terdepan dalam mengecam gagasan digulirkannya Liga Super Eropa. Tapi kini dirinya dituntut balik oleh Perez.

Menurut Perez, selama ini UEFA dan juga LaLiga tidak transparan dalam urusan gaji para petingginya. Ini menjadi senjatanya dalam mengeluarkan opini kecaman.

Tak cuma itu, yang membuat Perez kesal adalah tidak adanya pemangkasan gaji para petinggi LaLiga selama pandemi COVID-19 merebak.

Padahal selama ini klub pontang-panting mengakali finansial mereka yang semakin menurun terkena dampak dari pandemi COVID-19.

"Mengapa gaji para pemimpin UEFA dan LaLiga tidak dipublikasikan? Kenapa gaji mereka tidak dikurangi seperti orang lain?" kata Perez, dikutip dari Marca.

Perez secara tegas meminta para petinggi UEFA dan lainnya untuk transparan. Dia merujuk bintang NBA, LeBron James yang pendapatannya bisa diketahui publik.

"Kami mau lebih banyak transparansi. Kami tahu gaji LeBron James, tapi kami tidak tahu gaji Presiden UEFA," tuturnya.