Gajser Klaim Gelar Juara Dunia MXGP 2020

Muhamad Fadli
·Bacaan 2 menit

Gajser sempat tampil mengesankan pada dua balapan awal di Matterley Basin dan Valkenswaard, yang mana berhasil finis di podium kedua.

Kejuaraan yang sempat terhenti akibat pandemi virus corona (Covid-19), membuat Gajser harus berjuang menemukan kembali ketajamannya.

Di Latvia, pria 24 tahun itu mengalami kesulitan. Tapi ia berhasil bangkit di Lombardia, di mana akhirnya ia mendapatkan plat merah. Lalu ia mendapatkan kemenangan pertamanya dalam dua putaran MXGP Eropa di Montova.

Gajser pun berhasil mengubah pelat merah menjadi medali emas, saat ia merebut gelar juara dunia keempatnya dengan empat kemenangan seri musim ini.

Statistik Gajser pada tahun ini juga cukup mengesankan. Ia telah mencatatkan 13 podium, memimpin dengan total 205 lap dan juga delapan kali berada di pole position. Itu lebih banyak daripada pembalap lainnya.

Baca Juga:

Tim Gajser juara dunia MXGP 2016 Sriwijaya Air jadi sponsor MXGP Indonesia 2017

Trentino meruapakan sirkuit di mana Gajser tahu bagaimana cara untuk menang, saat ia memastikan kemenangan grand prix pertamanya di Pietramurata pada 2015.

Itu adalah tahun yang sama saat memenangkan gelar juara dunia pertamanya di MX2. Kemudian diikuti dengan gelar juara dunia MXGP di Charlotte, Amerika Serikat, selama musim rookie di kelas 450cc.

Gelar ketiganya datang pada musim lalu di Imola, ketika ia menyelesaikan musim tiga putaran lebih awal. Sedangkan yang keempat ia dapatkan di MXGP Pietramurata pada putaran terakhir tahun ini.

“Rasanya ini tidak nyata. Seperti yang saya katakan berulang kali, meraih satu gelar juara dunia rasanya luar biasa. Tapi bisa memenangkannya sebanyak empat kali, sulit diungkapkan dengan kata-kata,” kata Gajser.

“Saya benar-benar bangga. Ini musim yang aneh, tapi pada akhirnya segalanya sesuai rencana. Kami meraih kemenangan dan titel lainnya.

“Di balapan pertama, saya cukup kesulitan dengan kopling dan berkendara tanpa itu di sepanjang perlombaan, akhirnya finis di posisi kedua.

“Pada balapan kedua, saya memiliki pertarungan yang bagus dengan Romain Febvre yang benar-benar ketat. Saya sangat senang dengan titel keempat ini.”

Setelah awal yang sulit di balapan pertama, Gajser berhasil bangkit dengan melewati Alessandro Lupino dan Brent Van Doninck dari Gebben Van Venrooy Yamaha Racing.

Ia berhasil menyusul pemimpin klasemen, Jeremy Seewer dari Monster Energy Yamaha Factory Racing.

Total 14 kemenangan di sepanjang musim ini sudah cukup untuk membawa Gajser mengamankan pelat emas.