Gak Cuma Mudik, PSBB Juga Bikin Tradisi Lebaran Ini Berubah

Yunisa Herawati

VIVA – Pembatasan sosial berskala besar diterapkan di beberapa kota di Indonesia. Tujuannya, untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, yang sejauh ini sudah menjangkiti puluhan ribu pasien di Tanah Air.

Salah satu aturan di dalam PSBB, yakni menjaga physical distancing atau jaga jarak. Hal ini mengubah banyak kebiasaan warga, mulai dari jumlah penumpang di dalam mobil hingga antrean saat membeli kebutuhan pokok.

Baca juga: Netflix Ancam Para Penggunanya

Hal yang sama juga terjadi, saat umat muslim menjalani ibadah puasa. Saat mencari makanan untuk sahur dan berbuka, mereka diwajibkan mengenakan masker dan tidak berkerumun.

Pelaksanaan salat tarawih juga diimbau untuk dilaksanakan, di rumah masing-masing. Alhasil, banyak sekali tradisi puasa yang berubah karena virus COVID-19.

Tarawih saat wabah corona tak lagi dilakukan di masjid

Begitu pula, saat seluruh umat muslim di dunia akan merayakan lebaran pada esok hari. Pemerintah Provinsi DKI resmi melarang warga di luar Jabodetabek, untuk masuk ke Ibu Kota tanpa keperluan yang penting.

Warga DKI juga tidak diizinkan keluar dari wilayah Jabodetabek, jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Jadi, tradisi mudik terpaksa ditunda pada Idulfitri tahun ini.

Meski demikian, warga yang hendak ziarah dan silaturahmi ke kerabat yang tinggal satu aglomerasi, masih bisa melakukannya. Namun, mereka tetap harus menaati aturan PSBB saat berkendara.

Tradisi lain yang biasa dilakukan saat lebaran, yakni ‘salam tempel’ alias membagikan rezeki pada kerabat yang masih belia. Biasanya, ini dilakukan dengan cara memberi amplop berisi uang pecahan kecil.

Anak mendapat angpau lebaran.

Kebiasaan ini tetap bisa dilakukan, meski kamu tidak bisa datang ke rumah mereka akibat adanya PSBB. Caranya, yakni dengan memanfaatkan aplikasi finansial.

“Salam tempel dapat diberikan melalui transfer antar bank atau top up e-wallet. Selain mengurangi potensi penyebaran virus corona, salam tempel melalui aplikasi juga lebih fleksibel dan mudah, karena bisa dilakukan di mana pun,” ujar Head of Marketing OY! Indonesia, Sarah Azzahra Rilyadi melalui keterangan resmi, Sabtu 23 Mei 2020.

Sarah menjelaskan, OY! juga menghadirkan fitur transaksi antar bank dan top up yang bebas biaya administrasi, agar pengeluaran masyarakat menjadi lebih efisien di masa sulit ini. “Dengan adanya fitur-fitur ini, diharapkan silaturahmi tetap terjaga walau sedang berada di tengah pandemi,” tuturnya.