Gak Kalah Menarik, Sandiaga Uno Dorong Wisata Religi di Sumatera Utara

·Bacaan 2 menit

VIVA – Wisata sejarah dan religi saat ini kurang diminati, terutama oleh kalangan milenial. Padahal, kedua jenis wisata ini juga tidak kalah menarik. Oleh karena itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan wisata berbasis sejarah dan religi khususnya di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Makam Misionaris Dr. Ingwer Ludwig Nommensen di kawasan Laguboti, Toba Samosir, Sumatera Utara. Dia mengatakan, makam ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat di sana, khususnya masyarakat sekitar Danau Toba.

"Dr. Ingwer Ludwig Nommensen adalah seorang misionaris dari Jerman yang memberikan pendidikan dan kesehatan modern yang menjadi cikal bakal kemajuan dan pembaruan hidup masyarakat Batak," ujarnya pada Kamis 10 Juni 2021.

"Nommensen dapat dikategorikan sebagai seseorang yang berjasa yang membawa kemajuan dan mengangkat harkat dan martabat kehidupan orang Batak," sambung dia.

Selain itu, pada masa sebelum pandemi COVID-19, Sandiaga menyebutkan lokasi ini dikunjungi sekitar 100 ribu wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Sehingga, perlu ada peningkatan kualitas baik dari segi infrastruktur, amenitas penunjang, maupun sisi keberlanjutan lingkungan dan penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di destinasi ini.

"Kami mendukung lokasi makam Dr. IL Nommensen menjadi salah satu objek wisata religi yang diharapkan dapat menambah daya tarik wisata di kawasan Toba. Ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja baru, serta mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kawasan Toba, dan meningkatkan nilai-nilai spiritual bagi para wisatawan," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPOPDT) dengan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) terkait pengembangan potensi wisata dan pengelolaan Makam Misionaris Dr. I.L Nommensen.

"Saya titipkan pesan agar kawasan pemakaman ini dapat dijaga dan dikelola dengan baik," ucap Sandiaga.

Dalam kesempatan yang sama, Ephorus HKBP, Robinson Butarbutar, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dari Kemenparekraf/Baparekraf, terkait bantuan upaya pembangunan lokasi yang dikelola oleh HKBP tersebut.

"Ini merupakan hadiah dari Bapak Menteri karena dengan kunjungan kerja ke Makam Nommensen yang sangat berjasa bagi orang-orang Batak ini menunjukkan penghargaan Pemerintah terhadap tokoh yang berperan penting terhadap kehidupan masyarakat Batak," tuturnya.

Selain itu, Robinson juga mengungkapkan komitmen antara pihaknya dengan BPOPDT untuk bekerja sama dalam menjaga dan melestarikan Makam Dr. I.L Nommensen.

"Sehingga cita-cita kita menjadikan Danau Toba menjadi destinasi prioritas dapat tercapai agar kesejahteraan masyarakat terbangun dengan baik di masa yang akan datang," ungkap Robinson.