Gak Pinjam Duit, Penyandang Disabilitas Ini Bisnis Kopi dan Raih Omzet Rp 35 Juta

Aulia Akbar

Meski memiliki keterbatasan fisik, seorang pemuda lulusan SMK tetap semangat untuk menjalani bisnis kopi yang dia rintis bersama rekan-rekannya.

Adalah Saldi Rahman, pria asal BSD, Tangerang Selatan founder dari Kopi Kito Rato. Tepat pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 di Gelora Bung Karno, MoneySmart mengunjungi kedai Kito Rato yang berbentuk food truck mobil VW Combi kuno.

Sama seperti pengusaha pada umumnya, sosok Saldi adalah seorang yang memutuskan untuk keluar dari zona nyaman demi meraih kesuksesan di dunia entrepreneurship. 

Saldi dan rekannya memiliki cita-cita yang sangat mulia yaitu bukan hanya sukses dalam usahanya, melainkan juga bisa mempekerjakan rekan-rekan sesama penyandang disabilitas. 

Ingin tahu sepenggal kisah bisnis Kopi Kito Rato ini? Yuk simak ulasannya.

Baca juga: Ini Cerita Awal Kenapa Kopi Kenangan Berdiri dan Sukses Hingga Kini

1. Terinspirasi dari Filosofi Kopi

Kegiatan di dapur mobile Kopi Kito Rato. (MoneySmart/Aulia akbar)

“Kito Rato ini dilaunching pada Agustus 2019, kita terinspirasi dari Filosofi Kopi pada saat itu. Karena belum banyak juga kedai kopi yang jualan dengan konsep food truck VW Combi ini,” ujar Saldi kepada MoneySmart di GBK, 3 Desember 2019.

Sejatinya Kito Rato gak cuma jual kopi lho. Mereka juga jual minuman lain sebut saja seperti Es Yakult, Mocktail, dan Ice Blend.

Kreatif juga ya! Tapi kira-kira bagaimana tanggapan Saldi mengenai persaingan di bisnis kopi yang kian menjamur di Indonesia?

Mari simak poin selanjutnya. 

Baca juga: Peluang Usaha Kedai Kopi Sederhana dengan Modal Kurang dari Rp 20 Juta

2. Bikin yang “beda” di antara yang lain

Manfaatkan konsep food truck. (MoneySmart/Aulia Akbar)

Kito Rato gunakan konsep foodtruck

Ketika ditanya soal persaingan usaha, Saldi jujur bahwa rasa khawatir dan takut itu tetap ada. Namun dia tetap yakin bisa mengatasinya. 

“Rasa takut ya mungkin ada sih sedikit, tapi kita yakin kita beda. Kita pun tetap gak sama dengan kedai kopi lain,” lanjutnya.

“Orang yang jual kopi dengan VW Combi mungkin banyak, tapi kalau yang menjalankan adalah teman-teman penyandang disabilitas tentu belum ada,” papar Saldi.

Saldi pun bilang, founder hingga ke karyawan Kopi Kito Rato ini adalah penyandang disabilitas. Oleh karena itu, misi Saldi dan kawan-kawan di masa depan di bisnis ini adalah untuk mengkaryakan orang-orang dengan keterbatasan fisik itu.

Untuk saat ini, staf di Kito Rato sendiri sudah ada enam. 

Baca juga: Fore Coffee, Kedai Kopi Online Pertama di Indonesia

3. Modal sendiri tanpa pinjaman uang dari bank

Kopi Kito Rato. (Instagram/@kitorato.id)

Asal kamu tahu, Saldi dan para cofounder dari Kito Rato ini memulai usahanya tanpa pinjaman dari bank lho, alias pakai duit pribadi.

“Kalau untuk mobil (VW Combi) ini, kita dipinjamkan. Jadi ada orang baik yang memang membantu kami. Paling gak kita modal untuk peralatan dan lainnya dari hasil tabungan kita kurang lebih Rp 15 jutaan,” lanjut Saldi.

Namun ke depannya, gak nutup kemungkinan bahwa Saldi bisa saja mengajukan pinjaman untuk memperluas usahanya. 

Untuk saat ini, Saldi mengatakan bahwa mereka memang belum butuh. Lagipula untuk promosi, mereka juga masih bisa memanfaatkan Instagram.

4. Dalam sebulan selalu ngelapak di delapan event

Personel bisnis Kopi Kito Rato. (Instagram/@kitorato.id)

Dalam urusan mencari keuntungan di bisnis kopi ini, Saldi dan rekan-rekannya rajin ngelapak. Hampir setiap bulannya, mereka ngelapak di delapan event lho! Salut, kerja keras!

Wajar saja, balik modal dalam usaha ini memang memakan waktu yang gak sebentar. Untuk pertama-tama, mereka memang harus gencar dalam penjualan.

Saldi sendiri bilang, salah satu impiannya ke depan adalah ingin buka cabang. Oleh karena itu gak heran kalau mereka memang kejar target setiap hari.

Bicara soal laba kotor, dalam sebulan Saldi dan kawan-kawan bisa mendapatkan Rp 35 juta. Akan tetapi, ini belum balik modal lho apalagi kalau dihitung adanya biaya operasional mobil dan lainnya.

Meski demikian, seperti begitulah bisnis kopi yang sesungguhnya. Balik modalnya memang gak instan.

Itulah sepenggal kisah perjalanan Saldi membuka usaha. Intinya, Saldi telah membuktikan ke kamu bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan bagi siapapun untuk mendirikan usaha. (Editor: Ruben Setiawan)