Gak Sembarangan, Ini Aturan Olahraga Bagi Tiap Penderita Diabetes

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga untuk menjaga darah">gula darahnya tetap terkontrol. Namun, meski olahraga sangat bermanfaat, tapi penderita diabetes tidak boleh sembarangan ketika akan melakukan jenis aktivitas fisik tersebut.

Dokter spesialis penyakit dalam RSCM FKUI, Dr. dr. Dyah Purnamasari, Sp.PD, KEMD, turut mengungkap alasannya. Menurut dia, masing-masing pasien diabetes memiliki spektrum klinis derajat keparahan penyakit yang berbeda-beda. Begitu pun dengan obat yang dikonsumsi.

"Kita bisa lihat, oh pasien ini misalnya gula darahnya masih cenderung tinggi. Nah, pasien-pasien yang gula darahnya masih cenderung di atas 250-300, itu biasanya kita sarankan untuk menurunkan dulu," ujarnya saat Media Breafing #Hands4Diabetes dari Tropicana Slim, yang diselenggarakan baru-baru ini.

Alasannya, menurut dokter Dyah, jika gula darahnya tidak diturunkan terlebih dahulu kemudian langsung aktif berolahraga, orang tersebut akan menjadi lemas. Karena pada saat gula darahnya tinggi, pasien tersebut akan buang air kecil lebih banyak.

"Kedua, gula yang tinggi di daerah ini tidak bisa diserap oleh tubuh. Karena memang pasien itu kalau gulanya tinggi, berarti kemampuan insulinnya masih belum kita benarkan. Jadi akan lemas. Gulanya tinggi di darah tapi gak bisa dipakai tubuh, bawaannya akan lemas," kata dia.

Untuk itu, Dyah menjelaskan pasien diabetes seperti ini tidak bisa dipaksa langsung berolahraga. Karena akan membuat dia berkeringat dan lemas. Jadi, mereka harus menurunkan gula darahnya terlebih dahulu sampai di bawah 200 mg/dL.

"Nah, untuk pasien-pasien yang cenderung rendah, tapi menggunakan obat-obat yang bisa menurunkan gula darah dengan cepat, seperti suntikan insulin dan lain-lain, kita harus cek dulu sebelum olahraga. Gula darahnya berapa, kalau gula darahnya kurang dari 100, jangan segan-segan makan snack dulu sebelum olahraga," jelas Dyah.

Sedangkan untuk jenis olahraganya, para penderita diabetes harus memilih yang intensitas sedang. Untuk durasinya, Dyah menyarankan melakukan olahraga lima kali seminggu dan 30 menit setiap sekali olahraga.

"Tapi untuk pasien-pasien dengan kondisi tertentu, misal sudah ada komplikasi kronik, atau sudah ada gangguan ginjal, dan sebagainya, tentu kita akan membutuhkan fisioterapis untuk menyesuaikan jenis olahraga yang cocok dengan pasien tersebut," tutup Dyah Purnamasari.