Galeri Riset Kesehatan Indonesia Bebas Diakses Masyarakat

Dian Lestari Ningsih, alitamir
·Bacaan 4 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo begitu peduli dan memberi perhatian akan riset dan inovasi sebagai wujud keunggulan dan kemandirian bangsa. Bahkan, Presiden sangat mendorong ekosistem yang dapat menciptakan kesempatan dan peluang putra bangsa terbaik melahirkan karya hebat yang mampu menopang dan menjadi basis kekuatan negara.

Dalam salah satu kesempatan peresmian Inovasi Indonesia Expo (I2E) 2020 (10/11) secara virtual di Jakarta, Presiden Joko Widodo menyambut gembira dan menyampaikan penghargaan atas diselenggarakannya I2E 2020. I2E menurut Presiden contoh adanya ekosistem yang kondusif bagi penelitian dengan dibuktikan lahirnya karya-karya inovatif anak bangsa, terutama saat menghadapi pandemi Covid-19.

Presiden menegaskan perlunya memperkuat kolaborasi antara para inovator dengan industri, dengan pemerintah serta masyarakat. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) sebagai lembaga riset di bawah Kementerian Kesehatan terus berupaya melakukan riset terbaik khususnya di sektor kesehatan.

Tidak hanya memberi penyediaan data dan informasi yang valid dalam mendukung proses pengambilan kebijakan dan pembangunan kesehatan. Tetapi juga melahirkan berbagai inovasi untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Salah satunya meningkatkan kualitas mutu laboratorium pemeriksaan COVID-19 dan menjadi Koordinator Jejaring Laboratorium Rujukan Nasional Pemeriksaan COVID-19. Saat ini juga terlibat kerjasama dengan peneliti RSUP dr. Kariadi Semarang serta ahli dari dari dalam dan luar negeri lainnya melakukan riset vaksin untuk COVID-19 yang diberi nama Vaksin Nusantara

Soekarno pendiri dan Presiden pertama Indonesia mengatakan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah atau disingkat Jasmerah dalam pidato terakhirnya saat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia 17 Agustus 1966.

Balitbangkes sangat mengapresiasi dan memberi dukungan atas rangkaian kata yang begitu terkenal dalam jejak emas sejarah Bangsa Indonesia. Untuk mendokumentasikan jejak sejarah dan kiprah Balitbangkes dalam melahirkan riset unggulan dan inovasi agar tidak hilang dan dilupakan begitu saja, dibuka Galeri Riset Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Galeri ini bebas diakses dan tersedia secara gratis untuk masyarakat.

Galeri pertamakali diresmikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp. M (K) hari Jumat, 18 September 2015. Masyarakat dapat menggunakan fasilitas ini untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai dunia riset kesehatan.

Selain itu dapat digunakan untuk menyimpan bukti-bukti otentik berbagai riset kesehatan yang pernah dilakukan Balitbangkes. Adanya dokumentasi Riset Kesehatan diharapkan bisa menyelamatkan dan melestarikan benda-benda bernilai atau bukti sejarah dalam bidang kesehatan, khususnya tentang riset nasional yang telah dilakukan Balitbangkes.

Galeri Riset Kesehatan adalah ruang pamer ilustratif dengan peninggalan media aslinya atau miniatur proses riset nasional bidang kesehatan dan kedokteran yang banyak dilakukan Balitbangkes.

Galeri ini menampilkan beberapa riset kesehatan dan inovasi dalam bentuk film/video, maupun perlengkapan kerja penelitian yang digunakan selama riset, buku panduan penelitian, serta laporan yang telah dihasilkan.

Hingga saat ini galeri riset kesehatan Balitbangkes telah banyak dikunjungi oleh pihak-pihak yang tertarik dan ingin memperoleh informasi mengenai riset kesehatan yang pernah dilakukan. Antara lain dari kalangan kementerian/lembaga lain, dunia pendidikan semisal kalangan sekolah dan perguruan tinggi.

Beberapa perbaikan dan penataan area galeri telah dilakukan. Tujuannya untuk melengkapi koleksi galeri dan meningkatkan pelayanan ke pengunjung. Area galeri yang saat ini dapat dimanfaatkan antara lain:

1. Area Sejarah Badan Litbangkes

2. Area Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)

3. Area Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, 2010, 2013, 2018

Koleksi meliputi peralatan penelitian, film/video dokumenter Riskesdas serta laporan penelitian Riskesdas dari tahun 2007, 2010, 2013 hingga 201.

4. Area Riset Khusus Vektora

Tersedia diorama menampilkan cerita tim peneliti saat mengumpulkan data vektor dan reservoir yang menjadi objek penelitian yaitu nyamuk, tikus, dan kelelawar

5. Area Riset Khusus Etnografi menampilkan berbagai dokumentasi dari pelaksanaan riset kesehatan berbasis budaya yang banyak dipraktekkan suku dan etnis di belahan Indonesia. Dokumentasi dikemas dalam bentuk buku dan film.

6. Area Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja)

Didalam area ini beberapa koleksi tumbuhan obat yang digunakan sebagai bahan dasar maupun formula Jamu di Indonesia ditampilkan

7. Area Hak Kekayaan Intelektual

Diarea ini menampilkan sertifikat hak kekayaan intelektual yang telah diraih Balitbangkes serta produk inovatif yang dihasilkan.

8. Jejaring Laboratorium menampilkan berbagai fasilitas laboratorium yang dimiliki Balitbangkes. Salah satunya Bio Safety Level (BSL) 3. Termasuk laboratorium yang mampu melakukan pemeriksaan COVID-19 yang telah terakreditasi dan diakui dunia. Khususnya oleh lembaga World Health Organization (WHO).

9. Area Utilisasi dan Publikasi

Area ini menyajikan tampilan kegiatan parade doktor dan simposium, serta jurnal/terbitan ilmiah, Lembaga Penerbit Balitbangkes dan pemanfaatan data Balitbangkes

Saat ini memang fasilitas ini masih ditutup karena pandemi COVID-19 masih melanda Indonesia. Khususnya saat ini masih diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Jawa dan Bali hingga 8 Maret 2021.

Kedepannya, dengan optimisme tinggi akan hilangnya wabah COVID-19 di Indonesia, maka pelayanan Galeri Riset Kesehatan akan dibuka kembali untuk masyarakat. Harapannya, hasil penelitian dan pengembangan kesehatan merupakan kekayaan ilmiah yang perlu digali dan diketahui oleh masyarakat luas dan dapat dimanfaatkan sebagai dokumentasi sejarah panjang dukungan hasil riset kesehatan bagi pembangunan kesehatan.

Masyarakat nantinya dapat mengakses dan menggunakan layanan ini dengan berkunjung ke Gedung Layanan Publik Balitbangkes di Jalan Percetakan Negara Nomor 23 Jakarta