Gali Gundukan Tanah, Warga Makassar Temukan Jenazah Bayi

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Tallo, Kota Makasaar digegerkan dengan penemuan mayat bayi, Senin (21/11). Dua mayat bayi ditemukan dalam kondisi berbeda yakni dikuburkan dan hanyut bersama sampah.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Makassar Ajun Komisaris Lando K Sambolangi membenarkan adanya penemuan dua mayat bayi di kedua lokasi itu. Kejadian penemuan mayat bayi pertama di Kompleks Perikanan Jalan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

"Di Kecamatan Tamalate jenis kelamin mayat bayi yang ditemukan laki-laki. Sementara yang mayat bayi yang ditemukan di Kanal Rappokaling Timur Kelurahan Rappokaling, Kecamatan Tallo berjenis kelamin perempuan," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (21/11).

Lando menjelaskan kronologi penemuan mayat bayi laki-laki di Tamalate berawal saat seorang warga bernama Mariati sedang menyapu di halaman rumah. Saat itu pula, Mariati melihat ada gundukan tanah menyerupai kuburan.

"Di atas gundukan tanah itu terdapat lilin yang sudah dibakar, bunga pandang dan batu. Karena merasa curiga, Mariati memanggil Mansyur untuk meminta mengecek gundukan tanah tersebut dan menyuruhnya untuk menggalinya," kata Lando.

Saat gundukan menyerupai kuburan tersebut dibongkar, ditemukan sarung kotak-kotak warna biru, bungkusan plastik warna hijau, potongan papan tripleks. Di dalam tanah juga terdapat kain kafan di dalamnya diduga mayat bayi.

"Mariati menghubungi Lurah dan Binmas Kelurahan Balang Baru terkait penemuan ini mayat bayi ini," ungkapnya.

Lando memperkirakan jasad bayi tersebut dikuburkan sekitar pukul 03.00 WITA. Alasannya, ada warga sempa melihat adanya orang di lokasi. Selain itu, terdapat dua motor terparkir di lokasi kejadian saat itu.

Sementara penemuan mayat bayi kedua di Kanal Rappokaling Timur, pada pukul 12.30 WITA, Senin (21/11). Jasad bayi perempuan diperkirakan berusia 7 bulan itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Dg Maudu.

"Saat itu warga ini sedang jalan kaki di pinggir kanal. Kemudian melihat seperti ada boneka warna coklat namun saksi tetap melanjutkan jalannnya," beber Lando.

Tetapi saat Maudu kembali melintasi pinggir kanal Rappokalling, dirinya mencium bau busuk. Saat itu pula Maudu baru sadar bahwa yang dikiranya boneka tersebut adalah mayat bayi.

"Saksi langsung melaporkan temuan itu ke Polsek Tallo. Selanjutnya, tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Lando.

Ia menduga mayat bayi tersebut dibuang karena kedua orang tuanya enggan bertanggung jawab dan hasil hubungan gelap.

"Anggota masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku ini," ucapnya. [cob]