Gambaran Skuad Tergarang Argentina di Piala Dunia 2022: Dominasi Messi dan Wajah-wajah Lama

Bola.com, Jakarta - Dengan semangat 1978 dan 1986, kala itu Timnas Argentina sukses menjadi yang terbaik di Piala Dunia, Lionel Messi dkk menyambangi Qatar dengan satu tekad, juara!

Tak hanya bagi rakyat Argentina dan pemujanya di seantero jagat, menjadi kampiun juga menjadi harga mati bagi Messi. Maklum, Messi sudah berusia 35 tahun dan beberapa kali gagal di pentas tertinggi empat tahunan dalam balutan jersey La Albiceleste.

Masih dimotori La Pulga, Argentina masuk daftar unggulan selain Brasil, Jerman, Belanda, serta juara bertahan Prancis.

Lionel Scaloni, sang pelatih, sudah menyiapkan mesin tempurnya jauh-jauh hari. Selain Messi, skuad Tim Tango sepertinya masih dihuni sederet wajah-wajah lama seperti Angel di Maria dan Nicolas Otamendi.

Argentina berada di Grup C bareng Arab Saudi, Meksiko, dan Polandia. Mereka akan memulai pertandingan Piala Dunia 2022 pada 22 November melawan Arab Saudi di Stadion Lusail.

Seperti apa kira-kira skema permainan yang akan diterapkan Scaloni? Siapa pula yang masuk daftar starting XI Timnas Argentina untuk Piala Dunia 2022? Cek info di bawah ya!

 

Kiper: Emiliano Martinez

Kiper Argentina, Emiliano Martinez, berhasil mematahkan tendangan pemain Kolombia, Yerry Mina, pada laga semifinal Copa America 2021 di Mane Garrincha, Brasil Selasa (6/7/2021). (Foto: AFP/Nelson Almeida)
Kiper Argentina, Emiliano Martinez, berhasil mematahkan tendangan pemain Kolombia, Yerry Mina, pada laga semifinal Copa America 2021 di Mane Garrincha, Brasil Selasa (6/7/2021). (Foto: AFP/Nelson Almeida)

Penjaga gawang kepunyaan Aston Villa ini dikenal percaya diri, gesit, dan spesialis adu penalti. Gerakannya di bawah mister kerap membuat striker lawan frustrasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjaga gawang berusia 30 tahun itu tampil ciamik bersama timnas. Di Qatar nanti, Martinez diharapkan bisa lebih oke.

 

Belakang

Lisandro Martinez. Bek tengah Argentina berusia 24 tahun yang didatangkan Manchester United dari Ajax Amsterdam di bursa transfer musim panas 2022/2023 ini menempati posisi kedua sebagai pemain termahal yang pernah didatangkan klub Liga Inggris dari Liga Belanda. Manchester United harus merogoh kocek senilai 57,37 juta euro atau setara Rp850 miliar untuk mendatangkannya ke Old Trafford. (AP/Dave Thompson)
Lisandro Martinez. Bek tengah Argentina berusia 24 tahun yang didatangkan Manchester United dari Ajax Amsterdam di bursa transfer musim panas 2022/2023 ini menempati posisi kedua sebagai pemain termahal yang pernah didatangkan klub Liga Inggris dari Liga Belanda. Manchester United harus merogoh kocek senilai 57,37 juta euro atau setara Rp850 miliar untuk mendatangkannya ke Old Trafford. (AP/Dave Thompson)

Bek Kanan: Nahuel Molina

Masih berusia 24 tahun, Molina sudah mendapat kepercayaan besar dari Scaloni. Bek anyar Atletico Madrid itu berpeluang jadi pemain inti, jika tak ada kendala berarti.

Dia melakoni debutnya bersama Timnas Argentina pada Juni 2021. Sejak saat itu, Molina selalu jadi starter. Di Atletico, Molina memang tak tampil konsisten. Dari enam laga, dia baru bermain tiga kali.

Tapi, statistik itu sepertinya tak memengaruhi penilaian Scaloni. Soalnya, Scaloni butuh bek kanan yang cerdas dan tanpa kompromi.

 

Bek Tengah: Lisandro Martinez

Sejauh ini, Martinez tampil impresif bersama Manchester United. Kedatangannya dari Ajax musim ini tak sia-sia. Meski bertubuh tak begitu tinggi untuk bermain di kompetisi Eropa, justru di situ keunggulan bek berusia 24 tahun ini.

Dia lincah dengan dua kaki yang kuat. Tak terbantahkan lagi, Martinez suskes mencuri hati Scaloni.

 

Bek Tengah: Cristian Romero

Satu di antara pemain muda yang akan dibawa Scaloni ke Qatar adalah Romero. Bek Atalanta yang dipinjamkan ke Tottenham Hotspur tipikal pemain bertahan yang tenang, terlebih di kotak penalti.

Dia sadar betul, sedikit kecerobohan bakal bisa berakibat fatal. Pemain berusia 24 tahun itu juga sangat pandai membaca pergerakan lawan. Pujian yang kerap diberikan pelatih membuat Romero kian percaya diri.

 

Bek Kiri: Nicolas Tagliafico

Pengalaman membuat Tagliafico semakin matang dan berhati-hati dalam menjalankan tugas. Dia cepat, cerdas, dan tak melakukan pelanggaran yang tak perlu.

Dia juga ekstra waspada, terlebih ketika melepaskan umpan jauh ke depan. Bek berusia 30 tahun ini kini bermain bersama Lyon setelah direkeut dari Ajax tahun ini. Dari delapan laga Ligue 1 yang sudah dijalaninya, dia mengemas sebiji gol.

 

 

Tengah

Pemain Atletico Madrid Rodrigo De Paul melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Celta Vigo pada pertandingan sepak bola Liga Spanyol di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, 10 September 2022. Atletico Madrid menang 4-1. (Thomas COEX/AFP)
Pemain Atletico Madrid Rodrigo De Paul melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Celta Vigo pada pertandingan sepak bola Liga Spanyol di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, 10 September 2022. Atletico Madrid menang 4-1. (Thomas COEX/AFP)

Gelandang: Rodrigo de Paul

Menurut Scaloni, De Paul merupakan pemain pembangkit tenaga di lini tengah. Tugasnya tak cuma menahan gempuran, tapi juga mendistribusikan si kulit bundar kepada pemain depan atau striker.

Begitu terus dalam sepanjang pertandingan. Tak heran kalau pilar Atletico Madrid berusia 28 tahun itu punya stamina dan fisik yang layak diacungi jempol.

 

Gelandang: Guido Rodriguez

Di Copa America 2021 lalu, Rodriguez tampil secara reguler. Di partai final melawan Brasil yang berakhir dengan kemenangan 1-0, gelandang bertahan Real Betis itu tampil penuh dalam 90 menit.

Di klub, Rodriguez juga andalan dan nyaris tanpa saingan. Melihat dedikasinya yang luar biasa, Scaloni tak ingin pindah ke lain hati.

 

Gelandang: Giovani Lo Celso

Lo Celso, 26 tahun, seorang gelandang pekerja keras. Tak egois, pilar Tottenham Hotspur yang kini bermain di Villarreal itu sebagai pemain pinjaman bisa bekerja sama dengan semua pemain.

Lincah, Lo Celso identik dengan khas permainan Tim Tango. Di Villarreal, Lo Celso sudah tampil dalam tujuh pertandingan dengan tabungan satu gol.

 

 

Depan

Angel Di Maria dan Lionel Messi - Dua pemain Argentina ini merupakan pilar keberhasilan Tim Tango meraih juara Copa America 2021 lalu. La Pulga yang baru pindah ke PSG kini akan bahu-membahu bersama Di Maria membawa kejayaan klub kebanggaan kota Paris tersebut. (AFP/Nelson Almeida)
Angel Di Maria dan Lionel Messi - Dua pemain Argentina ini merupakan pilar keberhasilan Tim Tango meraih juara Copa America 2021 lalu. La Pulga yang baru pindah ke PSG kini akan bahu-membahu bersama Di Maria membawa kejayaan klub kebanggaan kota Paris tersebut. (AFP/Nelson Almeida)

Sayap Kanan: Lionel Messi

Semua mata akan tertuju kepadanya. Di Argentina, Messi adalah segalanya. Bersama timnas, Messi sudah berjuang dalam 162 pertandingan dan mengemas 86 gol.

Tak dipungkiri lagi, La Pulga akan menjadi motor serangan sekaligus pemburu gol utama. Messi dalam kondisi terbaik. Bersama PSG, Messi sejauh ini mengemas enam gol dan delapan assist.

 

Sayap Kiri: Angel Di Maria

Selain Messi, Di Maria merupakan pemain kaya pengalaman yang dimiliki Scaloni saat ini. Kendati sudah berusia 34 tahun, Di Maria masih jadi incaran klub-klub beken Eropa.

Juventus adalah klubnya sekarang setelah tujuh tahun membela PSG (2015–2022). Dia sudah bersama timnas sejak 2008 dan hadir dalam banyak laga-laga penting La Albiceleste.

 

Striker: Lautaro Martinez

Scaloni sepertinya enggan membiarkan striker Inter Milan ini lama-lama duduk di bangku cadangan. Ketajaman, kecepatan, etos kerja, serta mental pemenang membuatnya pilihat tepat di lini terdepan skuad besutan Scaloni di pentas Piala Dunia 2022.

Dia tampil gemilang saat Argentina menggiling Italia 3-0 pada Juni lalu. Ujung tombak berusia 25 tahun itu menyumbang satu lesakan. Di Inter, dia sudah mencetak tiga gol dan satu assist dalam tujuh laga di Serie A musim ini.

Sumber: Sportskeeda