Gamers Indonesia Jangan Jadi Target Pasar Saja

Yunisa Herawati, Novina Putri Bestari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sekretaris Jenderal Asosiasi Olahraga Video Games Indonesia, Angki Trijaka mengharapkan jika masyarakat Indonesia tidak hanya jadi target pasar games saja. Menurutnya, ada potensi untuk industri game bisa berkembang di Tanah Air.

"Demografi penduduknya ada 260 juta. Itu dari ML (Mobile Legend) saja di Indonesia penggunanya sekitar 20 juta orang," kata Angki, Sabtu 25 Oktober 2020.

Baca juga: Bos Besar Samsung Meninggal Dunia

Dia menuturkan, jika dibandingkan negara lain seperti Fillipina, Thailand dan Malaysia, Indonesia menyumbang hampir 80 persen pemain Mobile Legend.

Dia menuturkan keinginan, agar Indonesia tak hanya jadi pasar. Namun mengembangkan industri itu dan pihak AVGI juga mendorong hal tersebut, misalnya dari bisnis dan menghadirkan keuntungan bagi seluruh sistem termasuk tim dan industri.

"Komponen yang terlibat di e-sport, dan bagaimana mereka semua menikmati apabila esports berkembang, maka industri bisa tumbuh," ungkapnya.

Selain pengembangan industri, tantangan lain adalah meyakinkan para orangtua yang anaknya bermain game. Angki menyebutkan, jika ada peran dunia pendidikan untuk merumuskan formula.

"Kalau dulu, main game dianggap buang-buang waktu, nanti nilainya jelek. Inilah peran dunia pendidikan untuk yakinkan orangtua, bahwa esports kalau ditekuni dengan baik itu hasilnya akan positif," ujar Angki.

Dukungan terhadap ekosistem esports dilakukan Ikatan Alumni Universitas Indonesia atau ILUNI UI, lewat penyelenggaraan ILUNI UI Esport Championship yang mempertandingkan game Mobile Legend.

Babak kualifikasinya akan berlangsung dari 28 November hingga 13 Desember 2020, sementara puncak acara pada 18-20 Desember mendatang.

Ketua Millenial and Business Center ILUNI UI, Muhammad Pradana Indraputra menyatakan pihaknya ingin jadi contoh di dunia pendidikan, yakni tetap mengikuti zaman dengan mendukung ekosistem esports tanah air.

"ILUNI UI salah satu asosiasi kampus yang terbesar, ingin kasih contoh dunia pendidikan harus ikut perkembangan zaman, dukung ekosistem esports yang kompetitif," ujar Pradana.