GameStop Bakal Buka Pasar NFT

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pengecer produk video game, elektronik, dan layanan nirkabel yang berbasis di Amerika Serikat, GameStop baru-baru ini mengejutkan para investor cryptocurrency atau aset kripto. The Wall Street Journal melaporkan GameStop akan membuat pasar untuk Non Fungible Tokens atau yang sering disebut NFT.

Dilansir dari CNBC, Jumat (7/1/2022) GameStop juga berencana untuk membangun kemitraan cryptocurrency untuk membuat game dan item untuk pasar, menurut laporan dari orang yang mengetahui hal tersebut.

Laporan tersebut menunjukkan GameStop, yang telah menjadi pusat pedagang eceran dunia game, akan berkembang menjadi salah satu sektor teknologi yang paling populer layaknya OpenSea pasar NFT paling terkenal, yang baru-baru ini dihargai USD 13,3 miliar oleh investor atau sekitar Rp 190 triliun (asumsi kurs Rp 14.369 per dolar AS).

NFT adalah sejenis teknologi yang memungkinkan bukti kepemilikan barang digital disimpan di blockchain, misalnya Ethereum. Harga NFT telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir didorong oleh antusiasme dari pemegang cryptocurrency tentang potensi teknologi.

Berdasarkan laporan,pasar milik GameStop akan fokus pada barang-barang video game virtual seperti pakaian karakter game hingga senjata.

Ini bukan kali pertama kalinya gunia game memasuki industri NFT. Sebelumnya, banyak perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan game memasuki dunia cryptocurrency, blockchain ataupun NFT.

Perusahaan game tersebut seperti Ubisoft, Square Enix, Nexon, dan Citadel Studios, serta pencipta seri Fable Peter Molyneux dan Co-Founder Twitch Justin Kan juga telah menyatakan keyakinannya pada NFT tetapi tidak akan menyelam ke dalamnya dulu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Samsung Bakal Hadirkan Smart TV yang Dukung Fitur NFT

Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, salah satu raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, belum lama ini mengumumkan jajaran smart TV terbaru pada 2022 yang terintegrasi dengan fitur Non Fungible Tokens (NFT).

Menurut pengumuman perusahaan, Senin, 3 Januari 2022, Smart TV Samsung 2022 antara lain Micro LED, Neo QLED, dan The Frame akan memiliki aplikasi Platform NFT yang dapat digunakan untuk menemukan, membeli, dan memperdagangkan karya seni digital.

"Dengan meningkatnya permintaan NFT, kebutuhan akan solusi dan pembelian yang terfragmentasi saat ini tidak pernah sebesar ini,” kata perusahaan tersebut seperti dikutip dari Cointelegraph, Selasa, 4 Januari 2022.

Pada 2022, Samsung bertujuan memperkenalkan NFT Smart TV dan menjadikannya aggregator pasar pertama. Platform yang akan datang tersebut akan memungkinkan pemirsa untuk menelusuri dan juga berdagang NFT tanpa harus meninggalkan sofa.

Meskipun begitu, masih belum ada kejelasan mengenai platform atau pasar NFT mana yang akan digunakan. Namun, Samsung berjanji Smart TV nya tidak akan merusak kualitas gambar dan tetap menjaga nilai yang telah ditentukan pembuat NFT.

Selain mengintegrasikan NFT dalam produknya, perusahaan multinasional Korea Selatan ini juga aktif investasi dalam proyek NFT dan metaverse melalui cabang modal venturanya yaitu Samsung Next.

Bukan cuma Samsung, beberapa perusahaan raksasa lainnya juga sudah turut masuk ke dalam dunia NFT ini, misalnya Coca-Cola yang masuk ke NFT untuk tujuan amal. Kemudian Visa yang membeli NFT "CryptoPunk” seharga USD 150.000 atau sekitar Rp 2,14 miliar (asumsi kurs Rp 14.320 per dolar AS).

Penjualan NFT sangat mendominasi tahun lalu, yang mencapai 91 persen dari total penjualan NFT. Saat penjualan meningkat, semakin banyak perusahaan berbasis NFT dan metaverse mendapatkan jumlah yang signifikan untuk mendanai proyek mereka.

Bahkan beberapa industri seperti game juga meraih banyak keuntungan dengan ada basis blockchain dalam pengembangan game mereka.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel