Ganas Keroyok 2 Intel TNI AD, 4 Pengendara Moge Mendadak Culun di Bui

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Empat dari belasan pengendara motor gede Harley Davidson dari komunitas Siliwangi Bandung Chapter Indonesia yang mengeroyok dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah ditangkap dijebloskan penjara di Markas Polres Kota Bukittinggi.

Keempat pengendara moge itu ditahan karena terbukti melakukan tindak kekerasan terhadap dua anggota unit intel Komando Distrik Militer 0304/Agam, Sumatera Barat.

Dari informasi yang dihimpun VIVA Militer, Minggu 1 November 2020, ketiga telah dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Yang menarik dari penangkapan keempat anggota motor mahal itu ialah, tampang mereka mendadak culun alias katrok saat berada di penjara. Padahal, ketika mengejar dan menghajar Serda TNI Mistari dan Serda TNI Muhammad Yusuf, tampak mereka garang, galak dan sangat ganas.

Serda Mistari dan Serda M Yusuf dipukuli secara membabi buta di depan kios di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Jumat 30 Oktober 2020.

Jadi awalnya kedua prajurit TNI itu sedang berkendara menuju markas Kodim Agam, tapi saat melintas di Jalan Dr Hamka, mendadak muncul konvoi rombongan motor gede yang dikawal polisi.

Saat itu kedua prajurit TNI memilih menepi dan memberikan jalan kepada rombongan, selepas itu mereka kembali melanjutkan perjalanan. Tapi ternyata dari belakang datang lagi rombongan moge lainnya.

Dengan arogannya para pengendara moge itu menyalip dan meraung-raungkan mesin motor mahalnya di hadapan kedua prajurit TNI itu, hingga keduanya nyaris jatuh. Serda Mistari dan Serda Muhammad Yusuf pun memberikan teguran dan menghentikan rombongan. Tapi malah para pengendara moge itu marah dan menyerang kedua prajurit TNI itu dan memukulinya secara brutal hingga terluka.

Baca: Seorang Ibu Muncul Selamatkan 2 Intel TNI AD saat Dihajar Anggota Moge