Gandeng Facebook, Kadin Genjot Digitalisasi UMKM Menuju Go Global

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyambut baik pelatihan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan tema 'Membuka Akses Pasar dengan Memanfaatkan Sosial Media' yang digelar secara online hari ini.

Rosan menegaskan, meskipun saat ini Indonesia masih berada di tengah masa pandemi COVID-19, namun para pelaku UMKM senantiasa harus selalu bergerak maju, beradaptasi, berinovasi, dan berkreasi.

"Tentunya melalui kerja sama dengan Facebook ini akan menjadikan bidang UMKM ke depannya terjadi akselerasi, diharapkan terutama di aspek digitalisasinya," kata Rosan dalam telekonferensi, Selasa 13 April 2021.

Melalui pelatihan-pelatihan semacam ini, Rosan berharap ke depannya para pelaku UMKM di Indonesia tidak hanya menjadi UMKM yang modern dan digital, tetapi juga UMKM yang bisa go global.

Karenanya, pelatihan ini diharap juga mampu meningkatkan daya saing para UMKM, sehingga mereka juga bisa meningkatkan akses ke sektor digital melalui aspek marketingnya.

"Dan bagaimana kita bersama-sama melihat bahwa tantangan ini justru bisa menghasilkan kesempatan apabila kita terus melangkah maju," ujar Rosan.

Rosan mengaku sangat ingin melihat para pelaku UMKM di Tanah Air bisa terus meningkatkan daya saing mereka, supaya mereka bisa terus naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok baik di tataran nasional maupun global.

Karena, sebenarnya sektor UMKM merupakan salah satu ranah yang mengalami tantangan yang sangat besar di tengah pandemi COVID-19 ini. Berdasarkan rilis dari Asian Development Bank (ADB), dikatakan bahwa 48 persen dari UMKM yang ada di Indonesia telah terdampak sangat besar karena adanya COVID-19.

Hal itu tentunya merupakan faktor negatif dari perekonomian nasional, karena kontribusi UMKM terhadap sektor tenaga kerja di Indonesia diketahui mencapai 96 persen, dan telah berkontribusi sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dan meskipun baru berkontribusi sekitar 45 persen terhadap ekspor kita, tetapi tentunya hal itu juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi kita ke depan," ujarnya.