Gandeng INA, Dana Pekerja Rp490 Triliun Bisa Buat Bangun Infrastruktur

·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) gandeng dan Indonesia Investment Authority (INA), mencari peluang investasi dana yang dikelola saat ini. Hingga 30 April 2021, dana pekerja yang dikelola mencapai Rp490,1 triliun.

Penandatangan kerja sama itu dilakukan pada Senin, 24 Mei 2021. Memorandum of Understanding (MoU) ditujukan untuk kerja sama kegiatan investasi khususnya investasi langsung.

Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo menyatakan, kerja sama ini ditujukan untuk mensinergikan sumber daya dan dana yang dimiliki dalam melakukan kerja sama investasi. Khususnya, melalui instrumen investasi langsung.

"Dengan kerja sama ini, BP Jamsostek berkolaborasi investasi dengan INA akan menanamkan dana ke dalam berbagai proyek investasi langsung secara bersama-sama atau sebagai co-investor," ujar Anggoro dikutip dari keterangannya, Selasa, 25 Mei 2021.

Baca juga: Sri Mulyani Klaim Pemerintah Kurangi Pengangguran 1,02 Juta Orang

Menurutnya, BP Jamsostek dengan INA secara bersama-sama akan berbagi informasi atas potensi investasi bersama dalam beberapa sektor investasi. Antara lain sektor infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara), infrastruktur digital, serta jasa dan pendukung kesehatan.

"Dengan potensi dana kelolaan yang cukup besar, kami yakin INA bersama BP Jamsostek akan dapat berperan pada proyek proyek potensial. Termasuk kemitraan dengan Kementerian BUMN yang kami yakin akan memberikan prioritas pada proyek-proyek strategis," tambahnya.

Dia menegaskan, pihaknya akan memastikan pelayanan Jaminan Sosial ketenagakerjaan yang terbaik kepada peserta. Termasuk mewujudkan misi untuk mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian nasional.

"Implementasi dari misi luhur ini antara lain adalah melalui penempatan dana investasi yang saat ini per 30 April 2021 memiliki total dana kelolaan mencapai Rp490,1 triliun ke dalam berbagai instrumen. Salah satunya berupa instrumen penyertaan langsung yang saat ini porsinya masih relatif kecil," tegasnya.

Selain itu lanjutnya, kerja sama dengan INA ini serta dengan pihak-pihak yang lain, juga merupakan upaya BP Jamsostek untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Kemudian, mendiversifikasi risiko serta mendistribusikan dana investasi sebagai dana amanah ke dalam berbagai instrumen investasi alternatif dengan durasi yang lebih panjang.

"Kemudian yield yang optimal, governance dan manajemen risiko yang memadai," tegasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Direktur INA Ridha D M Wirakusumah mengapresiasi inisiasi BP Jamsostek untuk mendorong kerja sama ini.

"Khususnya, menyalurkan dana untuk bersama-sama berinvestasi secara aman, berjangka panjang dan berdampak positif pada perekonomian nasional," tambahnya.

Dia mengatakan, investasi yang dibidik INA selain diharapkan memberi imbal baik, juga diharapkan dapat mempunyai multiplier effect yang besar terhadap perekonomian. Serta turut membantu menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

“Sebagaimana diketahui, BP Jamsostek adalah salah satu institusi investasi terbesar Indonesia dengan dana kelolaan yang signifikan," tegasnya.