Gandeng Kimia Farma, Seluruh Karyawan BMW Astra Telah Disuntik Vaksin Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - BMW Astra melaporkan telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk seluruh karyawan di luar Jabodetabek, yakni di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi.

Adapun kegiatan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dilakukan mulai 5 Juli sampai dengan 10 Juli 2021.

Vaksinasi ini dilaksanakan berkat kerjasama PT Astra International Tbk dengan PT Kimia Farma Tbk melalui program Vaksinasi Gotong Royong untuk mendorong kekebalan kelompok agar dapat mendorong pemulihan perekonomian nasional.

CEO BMW Astra Fredy Handjaja menyampaikan, program vaksinasi tahap kedua ini dilakukan untuk 100 persen karyawan BMW Astra dan BMW Astra Used Car.

"Dengan begitu kami harap dapat memberikan layanan beli, service dan jual di BMW Astra lebih baik lagi kepada pelanggan, karena kesehatan dan keselamatan karyawan beserta pelanggan menjadi prioritas utama kami," ujar dia, Senin (5/7/2021).

Fredy mengungkapkan, sebagai dealer BMW pertama yang melakukan vaksinasi kepada karyawan di seluruh cabangnya, ua berharap hal ini dapat memberikan rasa nyaman dan aman kepada para pelanggan.

"Selain itu, selama PPKM Darurat, BMW Astra menyediakan layanan penjualan online, penjadwalan servis kendaraan di bengkel dengan pembatasan kapasitas, servis kendaraan di rumah untuk BMW dan MINI, bantuan darurat 24-jam, dan layanan trade-in secara online," tukas Fredy.

Jaga Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Dorong Penyuntikan 3 Juta Vaksin Covid-19 per Hari

Layanan vaksinasi Covid-19 gratis di Stasiun Purwokerto untuk pelanggan kereta api jarak jauh. (Foto: Liputan6.com/Humas Daop 5 Purwokerto)
Layanan vaksinasi Covid-19 gratis di Stasiun Purwokerto untuk pelanggan kereta api jarak jauh. (Foto: Liputan6.com/Humas Daop 5 Purwokerto)

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan program vaksinasi Covid-19 jadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Terdapat dua target dalam vaksinasi yaitu meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap varian baru virus Covid-19 dan juga pendorong pertumbuhan ekonomi.

"Untuk itu kekeetatan imunitas yang bisa diluncurkan di masyarakat melalui vaksinasi menjadi syarat yang penting, dan juga pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga kondisi dari covid-19 tetap bisa dikendalikan, namun pemulihan ekonomi tetap bisa dipertahankan," serunya dalam sesi teleconference terkait hasil sidang rapat paripurna, Senin (5/7/2021).

Oleh karenanya, Sri Mulyani pun menilai percepatan program vaksinasi Covid-19 jadi syarat yang sangat penting. Menurutnya, penyuntikan vaksin bisa diperbanyak tidak hanya jadi 2 juta dosis per hari, tapi hingga 3 juta dosis per hari.

"Oleh karena itu kenaikan jumlah yang divaksin bahkan mencapai 2 juta per hari, atau bahkan kalau kita ingin bisa menyelesaikan sampai akhir tahun ini, maka diperlukan vaksin hingga 3 juta per hari pada periode Oktober-November yang akan datang," imbuhnya.

"Ini sebuah target yang luar biasa tinggi. Dan tadi bapak Presiden (Jokowi) menyampaikan bahwa kerjasama seluruh pihak harus dilakukan untum meningkatkan target vaksinasi ini," ujar Sri Mulyani.

Agar program 3 juta vaksin per hari ini bisa tercapai, Sri Mulyani mendorong penyaluran dilakukan dari pagi hingga malam hari. Dengan turut dibantu oleh sumber daya yang berasal dari kementerian/lembaga, TNI/Polri, hingga seluruh dinas dan pemerintah daerah.

"Ini lah yang akan menjadi syarat penting untuk kita bisa menjaga ketahanan masyarakat dari covid-19. Tapi di sisi lain pemulihan ekonomi bisa dijaga atau dipertahankan momentumnya," tukas Sri Mulyani.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel