Gandeng Koni, BNI Kenalkan TapCash Edisi Olah Raga

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meluncurkan TapCash edisi khusus momen Pekan Olahraga Nasional atau PON XX di Papua. Keberadaan TapCash ini bagian dari dukungan prestasi olahraga di Tanah Air.

Dalam peluncurannya, BNI bekerjasama dengan Koni Pusat yang telah menunjuk SPORTLINK untuk melaksanakan kolaborasi tersebut.

Peluncuran TapCash desain olahraga ini merupakan wujud dukungan BNI terhadap kemajuan olahraga di Indonesia dan upaya memeriahkan kegiatan PON ke-20 di Papua.

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi mengatakan, gelaran PON diharapkan berjalan sukses dan menjadi momentum kebangkitan Bangsa Indonesia dari dampak pandemi.

Harapan dan semangat yang sama juga diusung dari peluncuran TapCash BNI edisi olahraga ini, sehingga dapat lebih menggairahkan dunia olahraga di Tanah Air.

"TapCash BNI edisi olahraga didesain khusus sesuai dengan cabang-cabang olahraga yang ada di KONI sebagai induk organisasi olahraga di Indonesia," ujar Susi dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021).

Untuk tahap pertama diterbitkan design 6 cabang olahraga yaitu, Badminton, Bola Voli, Baseball, Tinju, Tenis dan Sepak Bola. Saat ini ,TapCash BNI edisi olahraga sudah dapat diperoleh melalui berbagai e-Commerce.

Ikut Berkontribusi

(Foto:@BNI)
(Foto:@BNI)

CEO Sportlink Bambang Asmarabudi berharap TapCash BNI edisi olahraga tersebar luas di masyarakat, sehingga publik dengan mudah dapat memilikinya.

Semakin banyak masyarakat yang memiliki produk tersebut, sama artinya dengan masyarakat ikut berkontribusi terhadap kemajuan olahraga di Indonesia.

Ketua Umum Koni Pusat Letjen Purn TNI Marciano Norman berharap masyarakat segera memiliki TapCash ini sebagai perwujudan dukungan terhadap prestasi dan kesejahteraan olahragawan Tanah Air.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel