Gandeng Lembaga Kliring ICH, Tokocrypto Tingkatkan Rasa Aman Investor

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tokocrypto baru saja mengumumkan kolaborasi dengan Indonesia Clearing House (ICH), lembaga kliring resmi pelaporan maupun pendaftaran aset kripto yang diperdagangkan atau disimpan pedagang.

Adapun untuk fungsi, ICH merupakan penjamin dan penyelesaian transaksi termasuk sentra manajemen risiko atas transaksi yang terjadi di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) sejak 2009.

Melalui kolaborasi ini, COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan pihaknya ingin menunjukkan langkah konkret untuk memastikan transaksi aset kripto yang dijalankan di platformnya dalam pengawasan lembaga kliring resmi terkait.

"Sejalan pula dengan ketentuan yang ditetapkan oleh BAPPEBTI, sehingga diharapkan bisa memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan investor untuk bertransaksi di Indonesia," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (25/5/2021).

Adapun bentuk kolaborasi ini dilakukan dengan pelaporan setiap hari dari catatan kepemilikan aset kripto yang diperdagangkan dan disimpan secara real-time di Tokocrypto pada lembaga kliring ICH.

Sementara ICH nantinya akan menyiapkan sistem elektronik terkait penjaminan maupun penyelesaian pasar fisik aset kripto. Hal ini sejalan Peraturan BAPPEBTi No.5/2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

"Kami menyambut baik inisiatif Tokocrypto untuk membangun ekosistem investasi aset kripto yang lebih aman, sekaligus menjadi pedagang aset kripto yang pertama berkolaborasi dengan ICH," tutur Direktur Utama ICH, Nursalam.

Sebagai informasi, Tokocrypto memang terus berupaya membangun rasa aman dan kepercayaan investor. Hal itu ditunjukkan dengan sistem manajemen keamanan informasi yang tersertifikasi ISO 27001 dan ISO 27017 untuk keamanan informasi di cloud.

Tokocrypto Gandeng Peruri untuk Tingkatkan Keamanan Pelanggan

Pang Xue Kai, Co-founder dan CEO Tokocrypto bersama Changpeng Zhao, Founder dan CEO Binance. Dok: Tokocrypto
Pang Xue Kai, Co-founder dan CEO Tokocrypto bersama Changpeng Zhao, Founder dan CEO Binance. Dok: Tokocrypto

Sebelumnya, Tokocrypto juga mengumumkan kolaborasi dengan Peruri sebagai satu-satunya BUMN yang termasuk dalam Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) di bawah Koordinasi Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dengan statusnya sebagai PSrE, Peruri memiliki kemampuan menerbitkan digital certificate yang dapat digunakan untuk customer on boarding.

Menurut Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya, Peruri sejak 50 tahun lalu sudah bergerak sebagai perusahaan penjamin keaslian. Dan saat ini, Peruri juga mampu menjaminkan keaslian sistem digtal, salah satunya untuk proses verifikasi dan otentikasi customer on boarding.

"Proses ini menjadi sangat kritikal karena jika kita sudah yakin dengan validitas dari usernya, segala jenis transaksi yang dilakukan akan aman," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (1/5/2021).

Oleh sebab itu, Dwina mengapresasi langkah Tokocrypto berkolaborasi dengan Peruri meningkatkan kepercayaan dan rasa nyaman pelanggan termasuk ekosistemnya, sekaligus menumbuhkan industri aset kripto.

Peran Aktif Tokocrypto

Tidak hanya itu, Tokocrypto juga berperan aktif untuk senantiasa mematuhi peraturan BAPPEBTI Nomor Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

"Saat ini, kami telah melakukan audit ISO 27017 terkait cloud security, dimana ISO 27017 hanya dimiliki oleh cloud provider saja. Kami juga melakukan kewajiban pelaporan secara berkala kepada BAPPEBTI dan PPTAK," tutur COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.

(Dam/Isk)