Gandeng Shinzen Energy, Alkindo Pasang Solar Panel di Pabrik Anak Usaha

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO), emiten bergerak di bisnis kertas dan bahan kimia yang terintegrasi menggandeng PT ATW Alam Hijau (Shinzen Energy) dukung penerapan energi terbarukan dan ekonomi hijau melalui pemanfaatan energi surya.

PT Eco Paper Indonesia (ECO), anak usaha Alkindo Naratama, dipilih sebagai tempat pemasangan solar panel (PLTS) yang menerapkan teknologi Jepang. Daya yang dihasilkan sebesar 3,6 MW sehingga perusahaan hanya perlu mengeluarkan 19 pct per kwh.

Kolaborasi bersama ATW Alam Hijau akan memasok energi bersih, hemat biaya dan bersifat teraharukan untuk pabrik di bawah kendali ECO. Anak usaha ALDO itu menjalankan bisnis produksi kertas olahan dari kertas daur ulang.

"Pemasangan PLTS ini akan memberikan kontribusi dalam pengurangan biaya listrik rata-rata ALDO tanpa memerlukan investasi awal," ujar Presiden Direktur Alkindo Naratama H. Susanto dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (26/10/2021).

Pada catatan perusahaan mengungkapkan pemasangan PLTS ini ALDO tidak mengeluarkan investasi dalam bentuk uang atau capital expenditure (capex).

Investasi dilakukan oleh perusahaan penyedia solar panel dengan perusahaan Jepang. Kemudian Eco Paper membayar biaya seperti pembayaran kepada PLN. Sehingga selain hemat secara penggunaan energi, kerja sama ini juga terbilang hemat secara biaya pemakaian listrik

"Melalui kerja sama ini diharapkan dapat membantu Perseroan dalam penghematan penggunaan energi listrik pada pabrik, dan membantu penerapan energi hijau di Indonesia,” tuturnya.

Susanto berharap kerja sama ALDO dengan ATW Alam Hijau sebagai upaya perusahaan untuk mendukung langkah Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon.

Hal ini sekaligus aksi nyata dari komitmen ALDO dalam menerapkan bisnis berkeberlanjutan. Salah satunya melalui penggunaan solar panel ini.

Sebagai emiten yang terintegrasi antara penggunaan bahan kertas dan kimia, ALDO secara konsisten turut mendukung penerapan ekonomi hijau dengan menerapkan prinsip bisnis berkelanjutan.

Sejalan dengan salah satu lini bisnis ALDO yakni pemanfaatan sampah kertas menjadi brown paper. Kertas jenis ini lebih ramah terhadap lingkungan. Tercatat, ALDO mampu mengolah sekitar 100 ribu ton sampah kertas per tahun untuk dijadikan brown paper.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rights Issue ALDO

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, ALDO telah mendapat restu dari para pemegang saham untuk melakukan rights issue melepas 216 juta saham atau setara 19,7 persen.

Langkah ini merupakan upaya ALDO dalam meningkatkan nilai perusahaan dan menambah kepemilikan saham pada PT Swissfex Naratama lndonesia (Swisstex) dan PT Alfa Polimer lndonesia (API). Masing-masing bernilai 51 persen dan 99 persen.

"Dengan aksi korporasi ini sekaligus langkah strategis yang terus dijalankan. Targetnya dapat memberi nilai tambah bagi para pemegang saham dan seluruh insan ALDO,”

Rights issue ALDO disetujui melalui RUPSLB beberapa waktu yang lalu. Proses diharapkan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang sudah perusahaan rencanakan.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel