Gandeng UMSU, Kemenkes Akan Gelar Vaksinasi COVID-19 Massal di Medan

Lis Yuliawati, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI mengandeng Perguruan Tinggi (PT). Di Medan, Pemerintah Pusat bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar penyuntikan vaksin kepada 1.000 orang.

Rektor UMSU Dr. Agussani MAP menjelaskan, vaksinasi massal ini digelar UMSU bersama Kemenkes RI untuk para sivitas akademika dan para tokoh lintas agama di Kota Medan, Sumatera Utara ini. Vaksinasi akan berlangsung di Kampus UMSU, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Kota Medan, Sabtu, 10 April 2021.

"Untuk peserta vaksin COVID-19 dari tokoh lintas agama, kita didukung penuh oleh pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama Kota Medan. Insya Alah berdasarkan catatan dari para tokoh lintas agama sudah sekitar 200 orang yang memberikan konfirmasi untuk ikut vaksin massal," ujar Agussani kepada wartawan, Kamis, 8 April 2021.

Agussani menjelaskan, UMSU mendapatkan amanah yang diberikan pemerintah melalui Kemenkes kepada UMSU, untuk terlibat aktif dalam program vaksinasi COVID-19 sebagai bentuk kepercayaan sekaligus sebagai wujud peran aktif universitas dalam mengatasi persoalan sosial kemasyarakatan.

Untuk itu, Agussani mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) dan Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah demi lancarnya pelaksanaan vaksinasi yang menghadirkan para tokoh lintas agama di Kota Medan.

"UMSU sendiri telah berkomitmen untuk berperan aktif memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk pelaksanaan catur dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah," ujar Agussani.

Sementara Dekan FAI, Dr. Muhammad Qorib, MA juga sebagai tokoh yang aktif dalam dialog internasional antar iman menambahkan, kehadiran para tokoh lintas agama dalam kegiatan vaksin COVID-19 memberikan makna dan suasana kesejukan.

Kemudian, ia menilai, apalagi keberadaan media sosial melahirkan banyak persepsi salah terkait vaksin yang menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Untuk itu, vaksinasi COVID-19 yang melibatkan para tokoh agama diharapkan bisa menjadi pegangan yang memperkuat, agar masyarakat tidak lagi mengaitkan vaksinasi dengan hal-hal di luar konteks kesehatan.

"Kita berharap kehadiran para tokoh lintas agama dalam kegiatan vaksinasi COVID-19 yang difasilitasi UMSU bisa jadi penguat suksesnya program kesehatan pemerintah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kerukunan di masyarakat," ujar Qorib.

Wakil Rektor 2 UMSU, Dr. Akrim, MPd menambahkan, selaku ketua panitia pelaksana vaksinasi COVID-19 di kampus, pihaknya telah mempersiapkan seluruh keperluan dengan terus berkoordinasi ke Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Medan.

"Insya Allah UMSU siap melaksanakan amanah Kementerian Kesehatan RI memfasilitasi vaksinasi untuk 1.000 orang terdiri dari sivitas akademika dan para tokoh lintas agama," ujar Akrim.

Beberapa persiapan yang dilakukan di antaranya, ketersediaan tempat, tenaga kesehatan dan berbagai peralatan pendukung lainnya yang diperlukan. Untuk para peserta vaksinasi, panitia telah melakukan pendataan, baik dari sivitas akademika maupun para tokoh lintas agama.

"Untuk pelaksanaan vaksinasi COVID -19, UMSU mengikuti standar sesuai arahan yang diberikan Kemenkes RI dan berkoordinasi dengan MCCC dan MPKU PP Muhammadiyah," ujar Akrim.