Gandhi Fernando Bela Intan Wisni Permatasari yang Dihujat Saat Tampil di Miss Eco International 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nama Intan Wisni Permatasari tengah ramai menjadi pembicaraan publik. Ia terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Miss Eco International 2021 di Baron Resort Sharm El Sheikh, Mesir, Minggu (4/4/2021) lalu.

Dalam video yang beredar, tampak Miss Earth Indonesia 2017 menggunakan translator saat menjawab pertanyaan dari juri.

Wanita yang pernah menjadi Miss Global Beauty Indonesia 2019 ini dikritik karena dianggap tak menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Kurang Menguasai Materi

Miss Eco Indonesia, Intan Wisni Permatasari, mendadak jadi perbincangan netizen. (Sumber: Instagram//@intanwisni89)
Miss Eco Indonesia, Intan Wisni Permatasari, mendadak jadi perbincangan netizen. (Sumber: Instagram//@intanwisni89)

Tak hanya itu, Intan Wisni juga kembali dihujat karena dianggap tak menguasai materi yang ditanyakan oleh juri. Kala itu sang juri menanyakan tentang imigrasi ilegal.

Dibela

Gandhi Fernando (Foto: Instagram/@gandhifernando)
Gandhi Fernando (Foto: Instagram/@gandhifernando)

Gandhi Fernando, yang juga sempat tampil di Mister Supranational 2018 di Polandia, membela Intan Wisni.

"Sungguh sangat kecewa dengan pemberitaan Intan Wisni Miss Eco International yang berujung banyak yang menghujat. Jadi pengin ngebelain sih. Pertama, kalian-kalian yang nyinyir dan menghina Intan itu enggak lebih baik," ungkap Gandhi dalam video yang diunggah di Instagram Stories, Kamis (8/4/2021).

Deg-degan

Gandhi pun menceritakan bagaimana perasaannya saat berada di atas panggung Internasional untuk mengharumkan nama bangsa.

"Kedua, kalian semua yang enggak pernah di panggung pageant di internasional khususnya enggak tahu rasanya bagaimana deg-degannya, padahal enggak ngomong aja kadang-kadang bisa deg-degan pemirsa. Bagaimana harus ngomong menjawab sebuah pertanyaaan," tuturnya.

Maksudnya Apa?

Gandhi menyebut bahwa Miss Eco International mengadvokasi masalah lingkungan, dan mungkin tentang perempuan. Sementara jurinya, justru hanya bicara tentang imigrasi ilegal, hal itu menjadi pertanyaan pria kelahiran Manado, 8 Februari 1990.

"Third of all enggak nyambung sama advokasi dari organisasinya, tentang lingkungan, tentang eco tourism, atau eco apalah itu. Itu bukan sebuah pertanyaan, of course tentu aja sih Intan deg-degan lah. Udah deg-degan di atas panggung, syok, ditambah pertanyaannya enggak nyambung," lanjutnya.

Meluruskan

Gandhi Fernando mengajak orang-orang yang pernah atau tahu kondisi di atas panggung untuk meluruskan kepada awam agar mereka lebih paham.

"Buat temen-temen pegeant lovers ayo kita gerakin pasukan kita untuk membela karena untuk orang-orang awam yang tidak mengerti pageant hanya bisa menghina doang, hanya bisa ngata-ngatain doang. Tapi enggak tahu rasanya gimana, enggak tahu perjuangan queen-queen, dan mister-mister ke ajang internasional mereka enggak tahu. Jadi kita harus meluruskan betapa sulitnya itu untuk berkompetisi di internasional," ia mengakhiri.