Gangguan Jiwa di Ciamis Bertambah

TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS - Ciamis memiliki dua beban dalam penanganan orang gila. Selain menjadi tempat 'pembuangan' dari daerah lain, ternyata juga ada peningkatan jumlah orang yang mengalami gangguan jiwa untuk warga Ciamis sendiri.

Data tersebut berdasarkan penelusuran petugas Puskesmas Imbanagara selama enam bulan terakhir. Puskesmas Imbanagara menemukan sembilan warga yang mengalami gangguan kejiwaan yang berasal desa yang berada di wilayah kerja mereka. Lingkup Puskesmas Imbanagara adalah Desa Imbanagara, Imbanagara Raya, Cisadap, Panyingkiran dan Desa Pawindan.

"Yang terjaring oleh petugas ada sembilan orang. Kenyataan di lapangan mungkin bisa lebih," ujar Kepala Puskesmas Imbanagara, dr Hj Eni Rochaeni kepada Tribun, Senin (28/5/2012).

Kesembilan warga yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut terdiri dua laki-laki dan tujuh perempuan. Gejalanya mulai dari stres, depresi berat hingga skizoprenia. "Mereka itu dari kalangan usia produktif, mulai usai 24 tahun hingga 35 tahun. Ada yang sempat dibawa ke RSJ Cisarua Bandung," jelas Eni.

Dia mengatakan, mereka kemudian menjadi objek pantauan pihak puskesmas. Apalagi, pihak keluarga juga selalu minta bantuan pihak puskesmas saat penderita kambuh.

Menurut Eni, mayoritas perempuan yang mengalami gangguan kejiwaan tersebut dilatarbelakangi korban perceraian. "Tetapi ada juga yang mengalami gangguan kejiwaan akibat keturunan atau genetik. Disinyalir memang ada peningkatan jumlah penderita gangguan kejiwaan. Setiap puskesmas memang punya tugas untuk memantau gejala tersebut," katanya. (Tribun Jabar/sta)

Baca juga:


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.