Gangguan Tidur Berjalan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab gangguan tidur berjalan dipengaruhi sejumlah faktor, seperti genetik, gaya hidup, dan fisik. Gangguan tidur berjalan biasanya terjadi di kalangan anak-anak, meski juga bisa saja dialami oleh segala usia.

Tidur berjalan merupakan gangguan yang menyebabkan seseorang untuk berdiri dan berjalan saat tidur. Orang yang mengalami tidur berjalan tidak dapat merespon saat kejadian, dan biasanya tidak mengingatnya. Kadang, ia dapat berbicara yang tidak masuk akal.

Penyebab gangguan tidur berjalan dan cara mengatasinya tentunya harus dikenali. Walaupun biasanya penyakit tidur berjalan yang terjadi pada anak-anak bukan merupakan penyakit yang serius, namun dapat menimbulkan cedera akibat terbentur atau jatuh. Berbeda dengan anak-anak, penyakit tidur berjalan pada orang dewasa dapat menjadi tanda suatu kondisi yang lebih serius.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (14/2/2020) penyebab gangguan tidur berjalan dan cara mengatasinya.

Penyebab Gangguan Tidur Berjalan

Gangguan-Tidur-Berjalan-By-Ljupco-Smokovski-shutterstock

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab gangguan tidur berjalan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor genetik, faktor gaya hidup, dan faktor fisik.

Berikut penyebab gangguan tidur berjalan dan faktor yang meningkatkan risiko kamu mengalaminya:

Faktor Genetik

Penelitian menyebutkan bahwa penyakit tidur berjalan 10 kali lebih berisiko menimpa individu yang memiliki riwayat kondisi ini dalam keluarganya. Tidur berjalan menurun pada keluarga.

Faktor Gaya Hidup

Selain itu, berbagai faktor lingkungan juga dapat menjadi penyebab gangguan tidur berjalan. Beberapa faktor lingkungan seperti kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, demam, stres, kekurangan magnesium, dan keracunan alkohol bisa memicu penyakit tidur berjalan.

Selain itu, berbagai obat-obatan tertentu juga dikaitkan dengan gangguan tidur berjalan ini seperti obat penenang, obat antipsikotik, obat antihistamin, obat antikonvulsan, dan obat antidepresan.

Faktor Fisik

Faktor fisik juga bisa menjadi penyebab gangguan tidur berjalan. Contohnya seperti:

- Menstruasi

- Kehamilan.

- Gangguan psikiatri, seperti PTSD, serangan panik, dan kepribadian ganda.

- Penyakit seperti gangguan irama jantung, demam, kekurangan magnesium, migraine, penyakit refluks asam lambung, dan sleep apnea.

- Sindrom Tourette.

- Tirotoksikosis.

Gejala Tidur Berjalan

Gejala Tidur Berjalan (Sumber: Pixabay)

Tidur berjalan biasanya terjadi pada awal tidur malam, sering kali 1-2 jam setelah tidur dan jarang terjadi saat tidur siang.

Berikut beberapa tanda yang bisa dilihat dari seseorang yang sedang mengalami gangguan tidur berjalan:

- Turun dari tempat tidur dan berjalan-jalan

- Bangun di tempat tidur dan membuka mata

- Memiliki ekspresi sayu

- Melakukan aktivitas rutinitas, seperti berganti pakaian, berbicara, atau membuat camilan

- Tidak merespon atau berkomunikasi dengan orang lain

- Sulit bangun saat mengalami episode sleepwalking

- Disorientasi atau bingung sesaat setelah bangun

- Kembali tidur dengan cepat

- Tidak mengingat bahwa ia tidur berjalan pada pagi harinya

- Kadang kesulitan berfungsi pada siang hari karena tidur yang terganggu

- Mengalami teror tidur/mimpi buruk yang menyertai sleepwalking.

Selain itu, gangguan tidur berjalan yang terjadi pada orang dewasa dapat melibatkan perilaku yang lebih rumit, seperti meninggalkan rumah, mengendarai mobil, melakukan hal-hal yang tidak biasa, seperti buang air kecil di dalam lemari, melakukan aktivitas seksual tanpa kesadaran, cedera, seperti jatuh dari tangga atau lompat dari jendela, menjadi kasar saat kebingungan setelah bangun atau pada kejadian.

Jika kamu mencurigai ada beberapa gejala gangguan tidur berjalan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika gejala tidur berjalan tersebut sudah sering terjadi, sebagai contoh, lebih dari 1-2 kali seminggu, menyebabkan perilaku berbahaya atau cedera pada orang yang tidur berjalan (seperti meninggalkan rumah) atau orang lain, menyebabkan gangguan tidur pada anggota keluarga atau mempermalukan diri sendiri, baru terjadi pertama kali sebagai orang dewasa, berlanjut dari kecil hingga masa remaja.

Cara Mengatasi Tidur Berjalan

Photo by Annie Spratt on Unsplash

Pada kebanyakan kasus, penyakit tidur berjalan bukan merupakan penyakit serius dan dapat hilang sendiri. Namun, jika ditemukan gangguan lainnya, baru kamu harus benar-benar waspada. Tidak ada obat-obatan secara khusus untuk mengobati penyakit tidur berjalan, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit tidur berjalan, di antaranya adalah dengan:

- Mengurangi stres.

- Melakukan aktivitas yang bisa merelaksasi pikiran sebelum tidur, misalnya mandi air hangat atau membaca buku.

- Tidak mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein sebelum tidur.

- Membuang air kecil terlebih dahulu.

- Membuat kamar tidur menjadi senyaman mungkin.

- Mendisiplinkan waktu tidur.

Jika yang mengalami tidur berjalan adalah orang lain, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:  

- Bimbing penderita tidur berjalan agar dapat kembali tidur, dan jangan berteriak atau mengejutkan penderita.

- Bila gangguan ini terjadi pada waktu yang sama tiap malam, cara lain untuk mengatasinya adalah dengan membangunkan penderita 15-30 menit sebelum gejala penyakit tidur berjalan muncul, sehingga siklus tidurnya berubah dan diharapkan dapat meredakan kondisi ini.

- Apabila anak kamu kerap mengalami penyakit tidur berjalan, buatlah tambahan pengaman di tiap sisi ranjang untuk mencegah mereka turun dari kasur.

Disadur dari Liputan6.com (Penulis Husnul Abdi / Editor Septika Shidqiyyah, Published 15/02/2020)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini