Ganip Warsito Bercerita 3 Kali Jadi Penerus Doni Monardo

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Letnan Jenderal TNI Doni Monardo yang memasuki masa pensiun.

Ternyata, Ganip bukan kali ini saja diberi kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan Doni Monardo. Seingat Ganip sudwh tiga ķali.

Estafet pertama yang diterima Ganip dari Doni adalah Pokdo Tenor salah satu elemen penting dalam Drumb Band Canka Lokananta Akmil, Magelang.

Estafet kedua adalah tongkat komando Danyonif 741/Satya Bhakti Wirottama di Singaraja, Bali tahun 2001 saat masih berpangkat mayor infanteri. Dua puluh tahun kemudian, peristiwa berulang, Ganip menggantikan Doni sebagai Kepala BNPB.

"Alhamdulillah, saya sudah tiga kali menjadi penerus Bang Doni." Kata Ganip dalam keterangan tertulis, Kamis (27/5/2021).

Pada kesempatan itu, dia yang kini menjadi orang nomor satu di lingkungan BNPB mengaku mengingat kembali pesan Presiden.

Ada tiga pesan yang saat itu diucapkan Presiden Jokowi sebelum acara pelantikan dimulai. Pertama Ganip mengaku diminta menggunakan dan melanjutkan jurus-jurus yang dipakai Doni Monardo.

"Presiden memberi perintah kepada Ganip. Supaya jurus jurus yang dipakai pak Doni, diserahterimakan, dan itu dilanjutkan. Itu bahasa pak presiden. Saya yakin jurus-jurus itu terdokumentasikan dengan baik, Insya Allah saya akan menyesuaikan," ujar Ganip

Pesan Presiden yang kedua adalah, segera transfer permasalahan yang harus ditangani. Ketiga, dalam kondisi Covid-19 ada trend merangkak naik pasca libur Lebaran, kunci utamanya adalah PPKM Mikro yang diperketat, pelaksanaan 3M dan 3T secara konsisten dan penuh disiplin.

"Insya Allah saya akan lanjutkan apa-apa yang sudah abangda lakukan dengan sangat baik. Semoga saya bisa, paling tidak memelihara apa yang sudah abang lakukan. Ini janji saya," ucap Ganip.

Karena itu, dia merasa mengantikan Doni Monardo sebagai Kepala BNPB, tidaklah ringan. Ganip memohon dukungan semua pihak agar bisa berkerjasama dengan baik.

"Itulah mengapa saya mengatakan, menggantikan bang Doni itu berat. Makanya saya mohon bantuan dan kerjasama semua pejabat dan staf di BNPB, agar apa yang selama ini ditunjukkan pak Doni bisa ditularkan pula kepada saya," kata Ganip.

Menengok Ruangan

Ganip mengaku telah mengobservasi ruangan di lantai 10, tempatnya berkantor di Graha BNPB. Juga sudah menengok sejumlah ruang lain di gedung yang terletak di Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Dia memusatkan perhatian pada properti yang ada di setiap ruangan. Salah satunya adalah koper.

"Satu yang menarik perhatian saya, di ruang-ruang itu saya melihat ada koper," kata Ganip.

DIa teringat sewaktu menjadi prajurit. Menurutnya, yang namanya ransel sudah harus siap. Begitu bel berbunyi, lari berbaris dan seketika siap ditugaskan ke mana saja. Rupanya, di BNPB pun sama. Bedanya, di militer ransel, di BNPB koper.

"Apa perlu koper-koper itu kita ganti lagi dengan ransel ya?," kelakarnya.

Intinya adalah, sebagai aparat kebencanaan, harus selalu siap bergerak. Siap terjun ke medan bencana di mana pun di wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

"Jadi kalau sebelumnya saya keliling Indonesia karena penugasan sebagai prajurit, sekarang bakal keliling Indonesia lagi untuk misi kebencanaan. Saya siap, sebab dari pama sampai bintang tiga, saya selalu di lapangan," kata Ganip.

Sambutan Doni Monardo

Saat acara Serah Terima Jabatan Kepala BNPB di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (25/5/2021), Doni Monardo menyampaikan BNPB ibarat kesatuan lamanya, Kopassus. (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)
Saat acara Serah Terima Jabatan Kepala BNPB di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (25/5/2021), Doni Monardo menyampaikan BNPB ibarat kesatuan lamanya, Kopassus. (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Sebelumnya, Doni Monardo juga menyampaikan sambutan yang mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh pejabat dan staf BNPB yang telah bekerja keras membantunya selama 2 tahun 4 bulan bertugas.

Baginya, BNPB ibarat kesatuan lamanya, Kopassus. Dalam kondisi negara yang rawan bencana, aparat BNPB nyaris tidak pernah beristirahat.

"Jadi, pak Ganip nanti akan didukung aparat sipil tapi berjiwa militan. Sulit menemukan ASN yang punya dedikasi luar biasa seperti ASN di BNPB," kata Doni.

Tak lupa, Doni menyampaikan terima kasih karena telah diberi kesempatan oleh Presiden Joko Widodo memimpin BNPB dan Satgas Covid-19. Sebuah kehormatan yang luar biasa dari aspek kemanusiaan.

“Semua terkendali dengan baik, berkat kolaborasi para ASN di BNPB yang sangat luar biasa. Sekali lagi, saya berterima kasih,” ujar Doni.

Di mata Doni, Ganip Warsito bukan orang asing di dunia kebencanaan. Sejak menjabat Asops TNI, lalu Pangkogabwilhan III, sudah bersinggungan dengan bencana alam dan Covid-19. Bahkan tidak sedikit kontribusi Ganip dalam membantu pelaksanaan tugas BNPB dan Satgas Covid-19.

“Salah satunya, ketika transportasi langka akibat PSBB di awal awal pandemi, sementara relawan dokter harus dikirim ke berbagai daerah, maka beliaulah yang memerintahkan TNI-AU mengerahkan pesawat mengangkut relawan ke berbagai daerah,” singkap Doni.

Menutup sambutannya, Doni menegaskan kembali permintaan Bapak Presiden agar semua unsur di BNPB dan Satgas memberi dukungan total kepada pak Ganip dalam mengemban tugasnya ke depan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: